Petasan Syawalan Pekalongan Telan Korban, Wali Kota Tegas Larang dan Polisi Ancam Pidana 15 Tahun

Dua Ledakan Petasan Tewaskan Satu Warga dan Lukai Belasan Remaja, Warga Sukarela Serahkan Mercon ke Polisi

Petasan Syawalan Pekalongan warga serahkan mercon dan balon udara ke polisi di Kota Pekalongan Jawa Tengah
Warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo menyerahkan petasan dan balon udara kepada polisi sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan lingkungan.

Warga Kuripan Kertoharjo Serahkan Petasan dan Balon Udara ke Polisi

Di tengah maraknya bahaya petasan saat Syawalan Pekalongan, warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, menunjukkan kesadaran yang luar biasa. Mereka secara sukarela menyerahkan balon udara dan petasan kepada pihak kepolisian setempat.

Ketua RT 01 RW 03 Irwandi menjelaskan bahwa warga menyerahkan dua balon udara plastik berukuran besar, 44 selongsong petasan kosong dari berbagai ukuran, serta bahan campuran petasan berupa serbuk belerang dan bubuk kimia lain seberat sekitar setengah kilogram. Seluruh barang tersebut semula dipersiapkan untuk perayaan Syawalan.

“Ini bagian dari upaya kami menjaga keselamatan bersama, sekaligus menghindari risiko kebakaran maupun ledakan yang bisa mengancam jiwa,” kata Irwandi.

Irwandi mengungkapkan bahwa penyerahan tersebut merupakan respons warga terhadap insiden ledakan petasan di kawasan Kuripan Kidul pada Senin (23/3/2026). Ia juga mengajak masyarakat luas untuk mulai meninggalkan tradisi yang berpotensi menimbulkan bahaya dan beralih ke kegiatan yang lebih aman.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Tri Hartanto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga tersebut. “Ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat yang patut kita apresiasi. Kami mengimbau warga agar tidak lagi membuat atau menggunakan petasan serta tidak menerbangkan balon udara sembarangan karena dapat membahayakan,” ujarnya.

Menurut Kompol Aries, inisiatif tersebut berawal dari upaya Bripka Seno yang membagikan video korban ledakan petasan ke grup komunikasi para Ketua RT dan RW. Tayangan tersebut kemudian memicu kekhawatiran warga hingga akhirnya mereka menyepakati penyerahan bahan berbahaya itu kepada polisi.

“Balon udara dan petasan ini sebelumnya direncanakan untuk Syawalan. Namun karena mempertimbangkan risiko yang cukup besar, warga memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana tersebut,” jelas Kompol Aries. Ia berharap langkah ini menjadi contoh bagi masyarakat lain agar lebih mengutamakan keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *