Wakapolri Rilis Dua Buku Kepolisian, Perkuat Kebijakan Polri Berbasis Data dan Riset

Komjen Pol Dedi Prasetyo meluncurkan buku ke-39 berjudul "Rekrutmen, Meritokrasi, dan Teknologi" serta "Prosiding Pusat Studi Kepolisian" dalam peresmian Pusat Studi Kepolisian di PTIK.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meresmikan peluncuran dua buku kepolisian di PTIK Lemdiklat Polri
Wakapolri Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo saat meluncurkan dua buku kepolisian dalam peresmian Pusat Studi Kepolisian di PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (10/3/2026).

Jakarta Selatan, jatengupdate.web.idWakapolri rilis dua buku kepolisian sebagai bentuk komitmen membangun kebijakan Polri berbasis riset dan data. Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo meluncurkan kedua karya tersebut pada Selasa (10/3/2026). Peluncuran berlangsung dalam acara peresmian Pusat Studi Kepolisian di PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta.

Kedua buku yang diluncurkan bertajuk “Rekrutmen, Meritokrasi, dan Teknologi” serta “Prosiding Pusat Studi Kepolisian”. Buku pertama merupakan karya ke-39 hasil tulisan Wakapolri secara pribadi. Sementara itu, buku kedua ditulis bersama sejumlah tokoh dan akademisi kepolisian terkemuka.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Polri dalam mengembangkan ilmu kepolisian secara akademis. Selain itu, kedua buku tersebut diharapkan menjadi rujukan utama bagi pengambilan kebijakan kepolisian ke depan.

Wakapolri Rilis Dua Buku Kepolisian sebagai Dasar Kebijakan Ilmiah

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan pentingnya riset akademik bagi institusi Polri. Menurutnya, hasil penelitian harus menjadi dasar setiap kebijakan yang diambil. Hal ini bertujuan agar langkah Polri dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Kedua buku ini membuktikan bahwa hasil penelitian akademik dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan kepolisian yang akurat dan berbasis data,” ujar Dedi Prasetyo. Ia menambahkan bahwa setiap langkah Polri harus bisa dipertanggungjawabkan.

Pernyataan tersebut menegaskan arah baru Polri dalam era digital saat ini. Tantangan geopolitik yang semakin kompleks menuntut pendekatan berbasis bukti. Oleh karena itu, peluncuran buku Wakapolri Dedi Prasetyo ini menjadi langkah strategis.

Dinamika keamanan global memerlukan respons yang terukur dan ilmiah dari aparat keamanan. Polri tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan konvensional semata. Dengan demikian, riset menjadi fondasi penting bagi setiap kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *