Semarang Utara, Kota Semarang, jatengupdate.web.id – Balik Rantau Gratis Jateng menjadi penyelamat bagi ratusan pemudik berpenghasilan pas-pasan yang ingin kembali ke Jakarta seusai Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan 320 kursi KA Tawang Jaya Premium secara gratis di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Jumat (27/3/2026) siang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran pejabat daerah hadir langsung melepas keberangkatan para pemudik dari Stasiun Tawang menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Kereta bertolak sekitar pukul 14.15 WIB dengan empat rangkaian kereta ekonomi premium yang penuh terisi penumpang.
Program balik gratis KA Jawa Tengah ini merupakan inisiatif Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Selain itu, program ini secara khusus menyasar pekerja informal yang memiliki penghasilan tidak tetap.
Program Balik Rantau Gratis Jateng Bantu Pemudik Hemat hingga Rp1 Juta
Di antara ratusan penumpang, Ngatmono (51) tampak bersemangat memasuki gerbong kereta. Pedagang minuman kecil-kecilan asal Jepara ini memahami betul sulitnya mencari tiket kereta saat arus balik Lebaran.
“Alhamdulillah sangat membantu, kalau bisa dipertahankan. Sekarang cari tiket susah. Kalau tidak ada ini, berat. Bisa Rp500 ribu per orang. Saya berempat, ya bisa lebih dari Rp1 juta,” kata Ngatmono sesaat sebelum kereta bertolak.
Ngatmono mengaku pernah gagal mendapatkan tiket KA untuk balik ke Jakarta pada Lebaran tahun lalu. Oleh karena itu, ia merasa sangat bersyukur bisa memanfaatkan program Balik Rantau Gratis Jateng tahun ini.
“Sekarang saya sangat bersyukur karena dapat tiket gratis. Saya berterima kasih dengan Pemda Jawa Tengah. Terima kasih mudik balik gratisnya, Pak Gubernur. Terima kasih, kalau bisa dibanyakin lagi,” ujar Ngatmono.
Sementara itu, di gerbong lain, Devia Yolanda (23) menatap jendela kereta dengan mata yang belum sepenuhnya beranjak dari kampung halaman. Peserta magang di sebuah instansi di Jakarta asal Kabupaten Karanganyar ini mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.
“Alhamdulillah bisa pulang kemarin, ikut mudik gratis, dan ini balik gratis. Bisa hemat sampai Rp1 juta PP,” kata Devia penuh syukur.
Dengan demikian, program mudik gratis kereta api Semarang ini tidak hanya membantu satu orang, melainkan seluruh anggota keluarga yang merantau ke kota besar. Selain itu, penghematan biaya transportasi tersebut sangat signifikan bagi pekerja berpenghasilan rendah.
Balik Rantau Gratis Jateng Naik Kereta Jadi Pengalaman Baru bagi Pemudik
Ana Yulistanti (50) menjadi salah satu pemudik yang merasakan pengalaman baru melalui program ini. Ia mengaku sudah empat kali mengikuti program balik gratis serupa, namun baru tahun ini menggunakan moda kereta api.
“Senang banget dan terbantu. Kalau enggak ada ini, mungkin saya enggak balik. Mahal,” ucap Ana yang ikut berangkat bersama beberapa anggota keluarganya.
Bagi Ana, balik rantau gratis naik kereta Jateng memberikan kenyamanan lebih dibandingkan moda transportasi lain yang pernah ia gunakan sebelumnya. Selain gratis, perjalanan menggunakan kereta api terasa lebih aman dan tepat waktu.
Kisah-kisah pemudik seperti Ngatmono, Devia, dan Ana menggambarkan betapa besar manfaat program ini bagi masyarakat kecil. Lebih dari sekadar tiket gratis, program ini memberikan rasa tenang dan kebahagiaan bagi mereka yang ingin mempertahankan tradisi mudik tanpa terbebani biaya.













