Peran Ramadan Food Festival Jawa Tengah bagi Ekonomi
Secara substansial, pelaksanaan Ramadan Food Festival Jawa Tengah membawa harapan besar. Perputaran uang di tingkat akar rumput dipastikan akan meningkat tajam. Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, hadir langsung meresmikan acara tersebut. Pembukaan festival ini berlangsung meriah pada hari Rabu (5/3/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan keseriusan pemerintah daerah membangkitkan sektor riil.
Menurut Dimas, perputaran transaksi harian di lokasi sangatlah penting. Hal ini diharapkan memberi efek ganda bagi perekonomian daerah sekitar. Keuntungan festival tidak hanya dirasakan oleh para penjual makanan. Pemasok bahan baku dan petani lokal juga ikut mendapatkan untung. Selain itu, juru parkir di sekitar lokasi ikut merasakan tetesan rezeki. Keramaian ini benar-benar membawa berkah bagi semua pihak.
Selain itu, momentum Ramadan selalu diwarnai peningkatan daya beli masyarakat. Angka konsumsi warga biasanya naik drastis dibandingkan bulan biasa. Oleh sebab itu, pemerintah harus memfasilitasi ruang dagang yang layak. Hal ini menjadi kunci agar UMKM meraup pendapatan yang maksimal. “Kami ingin momentum bulan suci ini benar-benar dimanfaatkan warga. Pelaku usaha kecil harus bisa meningkatkan taraf hidupnya,” jelas Dimas.
Misi Kebangkitan Melalui Festival Kuliner Purbalingga Jateng
Pelaksanaan festival kuliner Purbalingga Jateng ini memiliki landasan visi yang kuat. Dimas memaparkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata janji kerja. Pasangan kepala daerah Fahmi-Dimas sangat berkomitmen kepada kesejahteraan masyarakat. Fokus utama pemerintahan mereka adalah menciptakan iklim usaha yang inklusif. Seluruh lapisan warga Purbalingga harus bisa merasakan manfaat dari program ini.
“Acara ini tidak hanya untuk memeriahkan suasana bulan suci,” ungkap Dimas. Lebih dari itu, acara ini merupakan manifestasi misi pertama pemerintah. Mereka ingin membangkitkan dan memperkuat fondasi ekonomi rakyat kecil. Oleh karena itu, dukungan penuh diberikan kepada seluruh peserta festival. Pemerintah memberikan kemudahan izin usaha secara cuma-cuma. Fasilitas tenda juga diberikan gratis bagi UMKM yang lolos seleksi.
Sebagai informasi, proses seleksi terhadap 150 UMKM dilakukan secara ketat. Dinas terkait turun tangan langsung untuk memastikan kualitas produk. Kebersihan makanan juga menjadi indikator utama dalam penilaian panitia. Langkah kurasi ini sangat penting demi kenyamanan dan kesehatan pengunjung. Masyarakat yang berbelanja harus merasa aman saat mengonsumsi hidangan berbuka. Citra produk lokal Purbalingga juga diharapkan makin bersaing ke depannya.













