Wonosobo, jatengupdate.web.id — Program Pasar Murah Wonosobo Ramadan resmi disiapkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menjaga stabilitas harga dan ketertiban masyarakat selama bulan suci hingga Idulfitri 2026.
Pemkab memastikan kegiatan subsidi pangan ini menjangkau 182 desa. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pengamanan melalui operasi petasan dengan target zero petasan selama Ramadan.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, kebijakan ini diambil sebagai upaya preventif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman sekaligus menjaga daya beli warga.
“Stok pangan Wonosobo aman. Masyarakat tidak perlu panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan,” ujar Afif saat ditemui di Pendapa Bupati, Senin (23/2/2026).
Pasar Murah Wonosobo Ramadan Sasar 182 Desa
Program Pasar Murah Wonosobo Ramadan dijadwalkan berlangsung pada 5–14 Maret 2026. Kegiatan ini akan digelar serentak di 182 titik desa di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo.
Pemkab menyiapkan paket sembako bersubsidi berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Paket tersebut dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp10.000.
Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah menargetkan stabilisasi harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah menghadapi lonjakan konsumsi selama Ramadan.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Wonosobo Lintang Esti Pramanasari menjelaskan, hingga pekan terakhir kondisi stok pangan utama masih terkendali.
Ia menyebut ketersediaan beras, minyak goreng, dan gula pasir berada dalam posisi aman. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan rutin terhadap dinamika harga di lapangan.
“Fluktuasi harga masih dalam koridor terkendali. Kenaikan cukup tinggi terjadi pada cabai merah, namun ini fenomena nasional. Secara umum stok aman dan harga relatif stabil,” jelasnya.
Operasi Pasar Murah Wonosobo dan Pengawasan Pangan
Selain menggelar pasar murah Wonosobo, pemerintah daerah juga memperkuat pengawasan distribusi pangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.
Sasaran program diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 dan desil 2 yang belum menerima bantuan sosial lain. Kebijakan ini diambil agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Di sisi lain, Pemkab Wonosobo juga akan melakukan pengawasan keamanan pangan di delapan pasar utama. Pemeriksaan ini mencakup kualitas produk, masa kedaluwarsa, hingga kelayakan konsumsi.
Pemerintah turut mengintensifkan distribusi beras SPHP dan Minyakita sebagai instrumen pengendalian harga. Upaya ini diharapkan mampu meredam potensi gejolak harga menjelang Lebaran.
Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat. Pemkab bekerja sama dengan Bulog, kecamatan, serta pemerintah desa untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok hingga tingkat bawah.
Selain itu, kerja sama antardaerah disiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu pasokan, khususnya komoditas hortikultura.
Target Zero Petasan Selama Ramadan
Tak hanya fokus pada stabilitas pangan, Pemkab Wonosobo juga menaruh perhatian serius terhadap ketertiban masyarakat. Bupati Afif menegaskan komitmennya mewujudkan Ramadan yang aman dengan target zero petasan.
Ia mengungkapkan, sejumlah insiden akibat petasan sudah terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Kertek. Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat menghentikan tradisi berbahaya tersebut.
“Saya ingin Ramadan dan Idulfitri tahun ini zero dari petasan,” tegas Afif.
Menurutnya, maraknya pembelian bahan peledak secara daring menjadi tantangan baru. Banyak kasus muncul karena perakitan petasan dilakukan secara mandiri di rumah tanpa standar keselamatan.
Afif mengingatkan bahwa penggunaan petasan berisiko tinggi terhadap keselamatan diri maupun orang lain. Ia pun mengimbau masyarakat mengalihkan pengeluaran ke kebutuhan yang lebih bermanfaat menjelang Lebaran.
Polres Wonosobo Intensifkan Operasi Keamanan
Kapolres Wonosobo Kasim Akbar Bantilan menegaskan pihaknya akan melakukan operasi penyitaan petasan secara berkelanjutan di seluruh wilayah hukum.
Menurutnya, euforia merakit dan menyalakan petasan masih kerap terjadi karena dianggap sebagai tradisi. Padahal, aktivitas tersebut memiliki potensi bahaya yang besar.
“Kami akan melaksanakan operasi secara kontinyu di seluruh wilayah,” tegasnya.
Selain penertiban petasan, Polres juga menyiapkan langkah penindakan terhadap peredaran minuman keras ilegal, kenakalan remaja seperti perang sarung, serta balon udara liar yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Upaya terpadu ini diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang lebih kondusif di Kabupaten Wonosobo.
Kanal Pengaduan Dibuka untuk Masyarakat
Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, Pemkab dan Polres Wonosobo membuka kanal pengaduan masyarakat. Warga dapat melapor melalui Call Center 112 maupun kanal aduan resmi pemerintah daerah.
Pemerintah mengimbau masyarakat berperan aktif melaporkan aktivitas yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar. Partisipasi publik dinilai penting untuk mendukung efektivitas pengawasan di lapangan.
Dengan kombinasi program Pasar Murah Wonosobo Ramadan, pengendalian harga, serta operasi ketertiban, pemerintah daerah menargetkan kondisi sosial ekonomi tetap stabil sepanjang bulan suci.
Penutup
Pemkab Wonosobo menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan dan keamanan selama Ramadan 2026. Melalui pasar murah di 182 desa dan operasi ketertiban, pemerintah berharap masyarakat dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan tenang.











