Purbalingga, jatengupdate.web.id — Program sertifikasi halal UMKM Purbalingga terus digencarkan pemerintah daerah sebagai bagian dari pengembangan pariwisata ramah muslim. Puluhan pelaku usaha kecil dan mikro dari desa wisata mengikuti proses sertifikasi halal gratis.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sekaligus memberi jaminan keamanan bagi wisatawan. Pemerintah Kabupaten Purbalingga menilai sertifikasi halal UMKM Purbalingga menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Sadono, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal Edukasi Wakaf Indonesia (LPPPH EWI).
Pemkab Fokuskan Halal Desa Wisata Purbalingga
Sadono menjelaskan, fasilitasi halal desa wisata Purbalingga diprioritaskan bagi pelaku usaha yang berada di kawasan destinasi wisata. Tujuannya agar UMKM mampu bersaing tanpa terbebani biaya sertifikasi.
Menurut dia, sertifikasi halal UMKM Purbalingga memberi kepastian kepada wisatawan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan label halal, produk desa wisata dinilai lebih mudah menembus pasar yang lebih luas.
“Sertifikasi halal memberi kepastian bagi wisatawan sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal,” ujarnya saat Sosialisasi Sertifikasi Halal Gratis di Ruang Rapat Ardi Lawet Setda Purbalingga, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, konsep wisata ramah muslim menekankan pemenuhan kebutuhan dasar wisatawan. Fasilitas makanan halal dan tempat ibadah menjadi unsur penting dalam pengembangan destinasi.
Menurutnya, ketika wisatawan merasa aman dan nyaman, tingkat kunjungan berpotensi meningkat. Dampaknya, aktivitas belanja di desa wisata juga akan ikut tumbuh.
Program Halal Gratis Purbalingga Dorong Daya Saing UMKM
Bupati Purbalingga yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Mukodam, menilai kesadaran konsumen terhadap produk halal terus meningkat. Karena itu, program halal gratis Purbalingga dinilai relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Ia menyebut, sertifikasi halal merupakan nilai universal yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi destinasi wisata. Jika diterapkan secara konsisten, dampaknya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Halal adalah nilai universal. Jika diterapkan dengan baik, ini bisa menjadi daya tarik tambahan bagi objek wisata,” katanya.
Mukodam menegaskan, implementasi sertifikasi halal UMKM Purbalingga perlu dilakukan bertahap. Fokus awal diarahkan pada pelaku usaha makanan dengan memastikan bahan baku dan proses produksi sesuai standar halal.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong pengelolaan yang konsisten agar desa wisata semakin siap menyambut wisatawan. Dengan begitu, manfaat ekonomi diharapkan lebih dirasakan masyarakat.
Pendampingan UMKM Purbalingga Bersertifikat Halal
Halal Advisor Provinsi Jawa Tengah, Muji Nur Sidik, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan sertifikasi. Pelaku usaha juga mendapatkan pendampingan proses produk halal secara menyeluruh.
Pendampingan meliputi verifikasi bahan baku, proses produksi, hingga pemenuhan dokumen persyaratan. Langkah ini bertujuan memudahkan UMKM Purbalingga bersertifikat halal dalam memenuhi standar yang ditetapkan.
Ia menilai, dengan sertifikat halal, pelaku usaha akan lebih percaya diri memasarkan produknya. Selain itu, peluang ekspansi pasar juga menjadi semakin terbuka.
“Dengan sertifikasi halal, pelaku UMKM lebih percaya diri memasarkan produknya dan peluang pasarnya semakin luas,” jelasnya.
Diikuti 32 Desa Wisata
Program sertifikasi halal UMKM Purbalingga diikuti perwakilan dari 32 desa wisata. Setiap desa mengirimkan lima peserta yang terdiri dari unsur pemerintah desa, pengelola destinasi, BUMDes, Pokdarwis, dan pelaku usaha.
Keterlibatan langsung para pemangku kepentingan tersebut diharapkan mempercepat implementasi sertifikasi halal di lapangan. Pemerintah daerah menilai pendekatan kolaboratif penting untuk memastikan program berjalan efektif.
Melalui langkah ini, Pemkab Purbalingga menargetkan desa wisata tidak hanya menjadi tujuan kunjungan. Namun, kawasan tersebut juga diharapkan berkembang sebagai pusat belanja produk lokal yang aman dan berkualitas.
Selain meningkatkan kepercayaan wisatawan, sertifikasi halal UMKM Purbalingga juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Pemerintah daerah akan terus memantau dan memperluas program serupa ke wilayah lain.
Penutup
Program sertifikasi halal UMKM Purbalingga menjadi strategi konkret dalam memperkuat ekosistem pariwisata ramah muslim. Dengan dukungan pendampingan dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah menargetkan produk lokal semakin kompetitif sekaligus memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.










