Cek Kesehatan Pengemudi Bus Klaten Libatkan 180 Tim Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budiarto menjelaskan skala kegiatan Pos Pam tahun ini. Sebanyak 180 tim kesehatan terlibat dari berbagai instansi. Tim tersebut berasal dari puskesmas, dinas kesehatan, klinik, dan griya sehat.
Cek kesehatan pengemudi bus Klaten ini memeriksa sekitar 100 pengemudi. Mereka meliputi sopir bus umum dan pengemudi yang menjemput pemudik. Seluruh pengemudi menjalani serangkaian tes kesehatan yang ketat.
“Sebanyak 64 ambulans disiagakan dari seluruh layanan kesehatan di Kabupaten Klaten,” jelas Anggit. Ambulans tersebut disiagakan di sepanjang jalur mudik dalam wilayah Klaten. Kesiapan ini bertujuan memberikan pertolongan cepat jika diperlukan.
Selain memeriksa pengemudi, tim juga mengecek kelayakan kendaraan ambulans. Peralatan medis di dalam ambulans dipastikan lengkap dan berfungsi baik. Dengan begitu, pelayanan darurat selama mudik dapat berjalan optimal.
Anggit menambahkan bahwa personel kesehatan akan standby selama periode mudik. Pos kesehatan didirikan di beberapa titik strategis sepanjang jalur mudik Klaten. Masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis dapat langsung mengaksesnya.
Keamanan Pangan Lebaran Klaten Dicek di Pasar Gedhe
Rangkaian Pos Pam terintegrasi juga mencakup pengecekan keamanan pangan Lebaran Klaten. Tim mengambil 40 sampel berbagai jenis makanan di Pasar Gedhe Klaten. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari sejumlah pedagang.
Pengecekan ini bertujuan memastikan makanan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat. Menjelang Lebaran, permintaan bahan makanan dan jajanan meningkat drastis. Oleh karena itu, pengawasan keamanan pangan menjadi sangat penting.
Tim memeriksa kandungan zat berbahaya dalam makanan seperti formalin dan boraks. Selain itu, pewarna tekstil pada makanan juga menjadi fokus pemeriksaan. Hasilnya diumumkan kepada masyarakat untuk menjaga transparansi.













