TMMD Desa Pandes Klaten Ditutup, 600 Meter Jalan Beton Rampung Dibangun

Program TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Pandes Wedi resmi ditutup. Jalan beton 600 meter, talud 176 meter, dan 5 jamban sehat rampung dibangun bersama warga.

Dandim 0723 Klaten memimpin upacara penutupan TMMD Desa Pandes dengan hasil pembangunan jalan beton 600 meter
Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto memimpin upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Pandes, Wedi, Klaten, Rabu (11/3/2026).

Klaten, Jawa Tengah, jatengupdate.web.idTMMD Desa Pandes Klaten resmi ditutup setelah seluruh sasaran pembangunan berhasil dirampungkan. Upacara penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap I berlangsung di halaman Gedung Serba Guna Pringgodani pada Rabu (11/3/2026). Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto memimpin langsung upacara tersebut.

Melalui program ini, pembangunan jalan beton sepanjang 600 meter berhasil dirampungkan. Jalan tersebut memiliki lebar 3 meter dan membentang di wilayah Desa Pandes, Kecamatan Wedi. Hasil pembangunan ini langsung bermanfaat bagi mobilitas warga setempat.

Selain jalan beton, program juga menghasilkan talud jalan sepanjang 176 meter. Pembangunan 5 unit jamban sehat turut menjadi sasaran fisik yang berhasil diselesaikan. Seluruh pembangunan tersebut dikerjakan bersama antara prajurit TNI dan warga desa.

TMMD Desa Pandes Klaten Hasilkan Infrastruktur Jalan dan Sanitasi

Program TMMD Sengkuyung Wedi Klaten ini mencakup dua sasaran utama. Sasaran pertama berupa pembangunan fisik infrastruktur desa. Sasaran kedua berupa program non-fisik untuk peningkatan wawasan masyarakat.

Dari sisi fisik, jalan beton 600 meter menjadi capaian paling signifikan. Infrastruktur jalan ini memudahkan akses warga Desa Pandes ke berbagai fasilitas publik. Selain itu, talud jalan 176 meter memperkuat konstruksi jalan agar lebih tahan lama.

Pembangunan 5 unit jamban sehat juga menjadi fokus penting dalam program ini. Fasilitas sanitasi tersebut meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan desa. Dengan demikian, warga memiliki akses sanitasi yang layak dan memadai.

Sementara itu, sasaran non-fisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan. Program administrasi kependudukan juga diberikan kepada warga desa. Kedua kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat.

TMMD Desa Pandes Klaten membuktikan sinergi kuat antara TNI dan masyarakat. Prajurit bekerja bahu-membahu dengan warga dalam setiap tahapan pembangunan. Hasilnya, seluruh target pembangunan tercapai sesuai rencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *