Bupati Klaten Silaturahmi Pegiat Medsos, Dorong Kolaborasi Promosi Potensi Daerah

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo ajak pegiat media sosial Klaten menjadi mitra strategis pemerintah untuk mempromosikan potensi daerah dari pariwisata hingga kuliner.

Bupati Klaten Silaturahmi Pegiat Medsos Pendopo 2026
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berdiskusi santai bersama para pegiat media sosial di Pendopo Rumah Dinas Bupati Klaten, Minggu (8/3/2026).

Klaten, Jawa Tengah, jatengupdate.web.idBupati Klaten silaturahmi pegiat medsos dalam suasana hangat di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Minggu (8/3/2026) sore. Bupati Hamenang Wajar Ismoyo berdialog santai bersama para kreator digital Kabupaten Klaten. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka antara pemerintah dan insan kreatif digital.

Kegiatan ini bertujuan mendorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah. Selain itu, dialog ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Pemerintah Kabupaten Klaten menyadari pentingnya peran media sosial di era digital.

Para pegiat medsos dari berbagai platform hadir memenuhi undangan Bupati. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan bidang konten. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama diskusi berlangsung.

Bupati Klaten Silaturahmi Pegiat Medsos, Sebut Peran Strategis Kreator Digital

Bupati Hamenang menyampaikan apresiasi tinggi atas peran para pegiat medsos. Menurutnya, mereka berperan besar dalam menyebarkan informasi dan membentuk opini publik. Selain itu, pegiat medsos juga membantu membangun citra positif daerah Klaten.

“Media sosial kini menjadi sarana paling cepat dan efektif dalam menyampaikan informasi,” ungkap Hamenang. Ia menambahkan bahwa jangkauan medsos telah melampaui media mainstream. Oleh karena itu, Pemkab Klaten ingin menggandeng mereka sebagai mitra.

Di era digital saat ini, informasi menyebar dalam hitungan detik. Kecepatan dan jangkauan media sosial tidak bisa diabaikan begitu saja. Dengan demikian, peran pegiat medsos menjadi sangat strategis bagi pembangunan daerah.

Bupati menegaskan bahwa kolaborasi ini bersifat saling menguntungkan. Pemerintah mendapat mitra dalam menyebarkan informasi positif. Sementara itu, pegiat medsos mendapat akses informasi resmi langsung dari sumbernya.

Hamenang juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang membangun jejaring komunikasi. Dialog terbuka seperti ini membuka ruang umpan balik atas program pemerintah. Hasilnya, kebijakan daerah dapat lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *