Komunitas motor yang hadir juga mendukung pesan safety riding tersebut. Mereka berkomitmen menjadi contoh berkendara yang tertib dan aman. Selain itu, mereka siap membantu menyebarkan pesan keselamatan ke anggota lainnya.
Bupati berharap turing Ramadan Klaten Wedi ini menginspirasi kegiatan serupa di wilayah lain. Kombinasi antara riding, berbagi, dan edukasi dinilai formula yang tepat. Dengan begitu, Ramadan menjadi lebih bermakna bagi seluruh masyarakat.
Turing Ramadan Klaten Wedi Ditutup Buka Bersama dan Salat Maghrib
Rangkaian NgabubuRide Klaten Wedi ditutup dengan kegiatan keagamaan di Masjid Fadh Al Buthy. Setelah penyerahan bantuan, acara dilanjutkan dengan tausiah dan doa bersama. Ustaz setempat menyampaikan ceramah singkat yang menyejukkan hati jamaah.
Seluruh peserta kemudian melaksanakan buka puasa bersama di masjid. Menu berbuka disiapkan oleh warga Dukuh Margorejo secara gotong royong. Kebersamaan semakin terasa hangat saat seluruh rombongan menikmati hidangan bersama.
Kegiatan ditutup dengan salat Maghrib berjamaah yang diikuti seluruh peserta dan warga. Masjid Fadh Al Buthy terlihat penuh oleh jamaah pada sore itu. Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian acara hingga berakhir.
Dengan terlaksananya NgabubuRide Klaten Wedi ini, Bupati Hamenang berhasil menyatukan kebersamaan, toleransi, dan edukasi dalam satu kegiatan. Potret toleransi warga Margorejo menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Klaten. Ramadive Fest 2026 diharapkan terus menghadirkan kegiatan positif yang memperkuat persatuan dan kerukunan antarwarga.










