Sijagad Pasar Rembang Resmi Dipasang, Warga Kini Bisa Pantau Harga Bahan Pokok

Digital Signage Sijagad membantu masyarakat memantau harga 13 komoditas bahan pokok secara transparan di Pasar Rembang.

Digital signage Sijagad di Pasar Rembang menampilkan harga bahan pokok
Layar digital Sijagad di Pasar Rembang menampilkan informasi harga berbagai komoditas bahan pokok bagi masyarakat.

Rembang, jatengupdate.web.id — Sijagad Pasar Rembang kini resmi dipasang untuk memudahkan masyarakat memantau harga bahan pokok. Perangkat digital tersebut menampilkan informasi harga berbagai komoditas penting yang menjadi indikator inflasi di daerah.

Perangkat Digital Signage Sijagad atau Sistem Informasi Jaga Disparitas Harga mulai dipasang di Pasar Rembang sejak Sabtu (7/4/2026). Melalui sistem ini, masyarakat dapat melihat perkembangan harga kebutuhan pokok secara lebih mudah dan transparan.

Sijagad Pasar Rembang menampilkan informasi harga dari 13 komoditas bahan pokok. Data tersebut diperbarui secara berkala sehingga dapat menjadi referensi bagi masyarakat sebelum berbelanja.

Kehadiran sistem informasi harga pasar ini diharapkan membantu masyarakat memantau pergerakan harga kebutuhan pokok. Selain itu, perangkat ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang, Mahfud, mengatakan perangkat tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang.

Sijagad Pasar Rembang untuk Transparansi Harga Komoditas

Mahfud menjelaskan bahwa Kabupaten Rembang menjadi salah satu daerah penerima bantuan alat Sijagad. Hal ini karena wilayah tersebut termasuk titik penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah.

Daerah yang menjadi pusat penghitungan IHK memiliki peran penting dalam pemantauan inflasi. Oleh karena itu, sistem informasi harga pasar seperti Sijagad dinilai sangat membantu.

Menurut Mahfud, keberadaan digital signage harga Pasar Rembang diharapkan dapat meningkatkan keterbukaan informasi harga bagi masyarakat.

“Pemerintah provinsi memberikan bantuan alat kepada beberapa kabupaten yang menjadi pusat penghitungan IHK. Salah satunya adalah Kabupaten Rembang,” ujar Mahfud saat ditemui di Pasar Rembang, Senin (9/3/2026).

Dengan adanya sistem ini, masyarakat dapat memantau harga kebutuhan pokok secara langsung melalui layar digital yang tersedia di pasar.

Selain itu, informasi harga juga dapat menjadi acuan bagi pedagang dan pembeli dalam melakukan transaksi.

Pemantauan Harga Bahan Pokok Rembang Melalui Sistem Digital

Perangkat Sijagad Pasar Rembang ditempatkan di lokasi yang menjadi titik penghitungan inflasi. Di Kabupaten Rembang terdapat dua pasar yang menjadi titik penghitungan tersebut.

Dua pasar tersebut adalah Pasar Rembang dan Pasar Lasem. Namun, karena bantuan yang diterima hanya satu unit, alat tersebut ditempatkan di Pasar Rembang.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat melihat informasi harga bahan pokok yang diperbarui setiap hari.

Harga yang ditampilkan merupakan harga rata-rata komoditas dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Data tersebut dihimpun untuk memberikan gambaran umum mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok di tingkat provinsi.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui pergerakan harga secara lebih luas, tidak hanya di wilayah Rembang.

Mahfud menjelaskan bahwa sistem informasi harga pasar Rembang tersebut menampilkan harga yang telah dirata-rata dari berbagai daerah.

“Harga-harga itu dirata-rata dari 35 kabupaten dan kota. Jadi masyarakat bisa melihat gambaran umum harga bahan pokok,” jelasnya.

Bantu Masyarakat Memantau Harga Sebelum Berbelanja

Melalui digital signage harga Pasar Rembang, masyarakat dapat memantau perkembangan harga sebelum berbelanja.

Informasi ini membantu pembeli mengetahui apakah harga bahan pokok sedang mengalami kenaikan atau penurunan.

Beberapa komoditas yang ditampilkan dalam sistem ini antara lain beras, minyak goreng, daging, telur, ikan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Informasi tersebut dapat membantu masyarakat merencanakan belanja rumah tangga secara lebih efisien.

Selain itu, sistem ini juga memberikan gambaran mengenai kondisi pasar secara umum.

Bagi masyarakat yang belum memahami fitur perangkat tersebut, operator pasar siap memberikan panduan.

Petugas pasar dapat membantu pengunjung yang ingin mengetahui cara membaca informasi harga pada layar digital tersebut.

Akses Informasi Harga Juga Tersedia Secara Online

Selain melalui layar digital di pasar, informasi harga juga dapat diakses secara daring.

Masyarakat dapat membuka laman jagad.glide.page untuk melihat data harga komoditas yang ditampilkan pada sistem Sijagad.

Melalui akses daring tersebut, masyarakat dapat memantau harga bahan pokok dari mana saja.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi informasi pasar di Jawa Tengah.

Pemerintah daerah berharap sistem ini dapat membantu meningkatkan transparansi harga serta memperkuat pengendalian inflasi.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih mudah mendapatkan informasi harga yang akurat.

Penutup

Pemasangan Sijagad Pasar Rembang menjadi langkah baru dalam meningkatkan keterbukaan informasi harga bahan pokok. Dengan adanya sistem digital ini, masyarakat dapat memantau harga komoditas secara lebih mudah dan cepat, baik melalui layar di pasar maupun secara daring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *