SALATIGA, jatengupdate.web.id — ruang terbuka hijau Salatiga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot). Pemkot Salatiga menyerahkan ganti kerugian atas tanah dan bangunan yang terdampak pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Benoyo. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, kepada para penerima di Ruang Plumpungan, Gedung Setda, Rabu (4/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot untuk menambah luasan RTH sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Mata Air Benoyo. Dengan demikian, pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat lingkungan dan sosial bagi masyarakat.
Penambahan RTH sebagai Upaya Konservasi Lingkungan
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Salatiga, Susanto Adi Wibowo, menjelaskan bahwa penambahan RTH merupakan kebutuhan mendesak. Ruang terbuka hijau Salatiga saat ini masih berada di bawah standar minimal 30 persen dari luas wilayah kota yang diwajibkan secara peraturan.
“Kegiatan ini bertujuan menambah ruang terbuka hijau Kota Salatiga. Selain itu, RTH akan menjadi tempat kegiatan positif bagi warga,” ujar Susanto. Ia menambahkan, upaya ini sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan keberlangsungan sumber daya air di kota.
Warga Mendukung Pembangunan RTH Benoyo
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengapresiasi warga yang mendukung pembangunan RTH. Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang bersedia menyerahkan lahan untuk kepentingan umum.
“Sebagian besar lahan berada di kawasan resapan Mata Air Benoyo. Dengan adanya RTH di area ini, kita bisa menjaga keberlangsungan mata air yang sangat penting bagi kota,” jelas Robby. Ia menekankan, ruang terbuka di kawasan resapan air dapat mencegah terhentinya aliran mata air secara alami.
Selain menjaga keberlanjutan air, RTH Benoyo juga diharapkan menjadi ruang publik yang sehat dan bermanfaat. Dengan demikian, masyarakat bisa memanfaatkan area tersebut untuk kegiatan rekreasi dan edukasi lingkungan.
Manfaat Luas RTH untuk Kota Salatiga
Pembangunan ruang terbuka hijau Salatiga di Benoyo diharapkan tidak hanya menambah luasan RTH, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Selain itu, keberadaan RTH mendukung program konservasi dan memberikan area hijau yang nyaman bagi warga. Oleh karena itu, Pemkot berkomitmen melanjutkan penambahan RTH di wilayah lainnya.
Dengan pembangunan ini, pemerintah kota menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan ruang terbuka hijau. Sehingga, RTH bukan hanya menjadi simbol kota hijau, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian lingkungan.
Secara keseluruhan, proyek RTH Benoyo diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.













