Program Pangan Murah dan Speling Jateng Digencarkan Jelang Lebaran 2026

Gubernur Jateng tinjau GPM dan Speling di Grobogan
Gubernur Jawa Tengah meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Speling di Desa Mayahan, Grobogan.

Grobogan, jatengupdate.web.id — Program Pangan Murah dan Speling Jateng terus digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjelang Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperluas layanan kesehatan masyarakat di berbagai daerah.

Upaya tersebut salah satunya digelar di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, yang ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (2/3/2026). Pemerintah ingin memastikan program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain meninjau kegiatan, gubernur juga menyerahkan berbagai bantuan kepada warga. Bantuan itu meliputi dukungan modal usaha hingga cadangan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program Pangan Murah dan Speling Jateng Diperkuat di Daerah

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa integrasi antara Gerakan Pangan Murah (GPM) dan layanan dokter spesialis keliling atau Speling sengaja dilakukan untuk menarik partisipasi masyarakat. Dengan demikian, warga bisa mendapatkan berbagai layanan dalam satu lokasi.

“Kita punya Speling. Agar masyarakat mau datang, maka kita tempelkan juga gerakan pangan murah, penyaluran bantuan, dan lainnya. Intinya kami ingin memberikan layanan yang mudah dan murah kepada masyarakat,” ujar Luthfi.

Menurutnya, pendekatan terpadu tersebut dinilai efektif. Sebab, masyarakat tidak hanya memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga bisa memanfaatkan layanan kesehatan gratis.

Sejumlah warga yang ditemui dalam kegiatan tersebut mengaku terbantu. Mereka menilai harga bahan pokok di lokasi GPM jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain itu, layanan kesehatan melalui Speling juga memudahkan warga desa yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan spesialis.

Gerakan Pangan Murah Jateng Jaga Stabilitas Harga

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menjelaskan bahwa selama Februari hingga Maret 2026, Pemprov Jateng telah menggelar GPM sebanyak 308 kali.

Kegiatan tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota, termasuk di Kabupaten Grobogan. Pemerintah daerah menargetkan program ini mampu menekan lonjakan harga menjelang Lebaran.

Melalui skema Gerakan Pangan Murah Jateng, pemerintah memberikan fasilitasi distribusi berupa bantuan transportasi, kemasan, hingga bongkar muat. Oleh karena itu, harga yang dijual kepada masyarakat merupakan harga produsen.

“Pembelian bebas sesuai yang dibutuhkan masyarakat, tidak perlu membeli dalam jumlah tertentu. Warga cukup membeli sesuai kebutuhan,” jelas Rini.

Dalam pelaksanaan di Grobogan, berbagai komoditas disediakan. Di antaranya beras SPHP sebanyak 2 ton senilai Rp22,4 juta dan beras komersial 2 ton senilai Rp25 juta.

Selain itu, tersedia telur 500 kilogram senilai Rp13,5 juta serta minyak goreng 1.000 liter senilai Rp15,7 juta. Komoditas lain yang dijual meliputi bawang merah, bawang putih, cabai, hingga gula pasir.

Total subsidi harga pangan yang disalurkan melalui GPM di Kabupaten Grobogan mencapai sekitar Rp111 juta. Angka tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Speling Jawa Tengah dan CKG Tunjukkan Peningkatan

Selain fokus pada stabilitas pangan, Pemprov juga memperkuat layanan kesehatan melalui Speling Jawa Tengah dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kedua program ini mencatat peningkatan signifikan sepanjang awal 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah per 28 Februari 2026, layanan Speling telah dilaksanakan sebanyak 957 kali. Program ini menjangkau 414 kecamatan di 35 kabupaten/kota.

Total sasaran masyarakat yang telah dilayani melalui Speling mencapai 93.599 jiwa. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan keliling di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, program Cek Kesehatan Gratis juga mencatat partisipasi tinggi. Hingga akhir Februari 2026, jumlah warga yang hadir mencapai 2.523.102 jiwa.

Angka tersebut setara dengan 95,77 persen dari total 2.634.599 pendaftar. Pemerintah menilai capaian ini sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan.

Ke depan, Pemprov Jateng berencana terus memperluas jangkauan layanan kesehatan keliling. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau wilayah pedesaan yang akses fasilitas kesehatannya masih terbatas.

Sinergi Pangan Murah dan Layanan Kesehatan Keliling

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai sinergi antara pangan murah dan layanan kesehatan keliling sebagai strategi efektif menjelang momentum Lebaran. Dengan pendekatan ini, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus kesehatan.

Program Pangan Murah dan Speling Jateng juga diproyeksikan terus berlanjut setelah periode Lebaran. Pemerintah daerah ingin memastikan stabilitas harga pangan dan layanan kesehatan tetap terjaga sepanjang tahun.

Melalui penguatan distribusi pangan dan perluasan Speling, Pemprov berharap daya beli masyarakat tetap stabil. Selain itu, kualitas kesehatan warga di berbagai daerah di Jawa Tengah juga diharapkan meningkat.

Dengan capaian yang terus bertambah, pemerintah optimistis program terpadu ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri 2026.

Penutup: Pemprov Jawa Tengah terus mengakselerasi Program Pangan Murah dan Speling Jateng menjelang Lebaran 2026. Upaya ini difokuskan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperluas layanan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *