Penyerapan Gabah Temanggung Dipercepat, Pemkab Dorong Bulog Serap Hasil Panen Petani

Bulog percepat penyerapan gabah Temanggung saat panen
Pemerintah Kabupaten Temanggung mendorong Bulog mempercepat penyerapan gabah petani pada musim panen 2026.

TEMANGGUNG, jatengupdate.web.id — Penyerapan gabah Temanggung menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Temanggung seiring dimulainya musim panen padi pada Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Pemkab Temanggung mendorong Perum Bulog Cabang Magelang agar mempercepat serapan gabah petani. Upaya ini dinilai penting karena potensi panen padi di wilayah Temanggung tahun ini mencapai 17.600 hektare dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare.

Pemkab Temanggung Genjot Penyerapan Gabah Temanggung Saat Panen

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Temanggung, Joko Budi Nuryanto, mengatakan percepatan penyerapan gabah Temanggung harus dilakukan sejak awal masa panen. Dengan demikian, harga gabah di tingkat petani tetap terjaga.

Menurut dia, target Luas Tambah Tanam (LTT) di Temanggung mencapai sekitar 17 ribu hektare hingga akhir tahun. Luas panen diproyeksikan berada pada kisaran yang sama sehingga diperlukan kesiapan penyerapan hasil panen.

Ia menjelaskan, wilayah panen terbesar tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kedu, Pringsurat, Kranggan, Ngadirejo, dan Parakan. Sentra-sentra tersebut menjadi fokus pengawasan distribusi hasil panen.

Selain menjaga harga, percepatan penyerapan hasil panen Temanggung juga bertujuan memastikan ketersediaan stok beras tetap aman, baik untuk kebutuhan daerah maupun nasional. Pemerintah daerah menilai momentum panen harus diikuti langkah cepat dari offtaker.

Bulog Serap Gabah Petani Temanggung untuk Stabilitas Harga

Pimpinan Cabang Bulog Magelang, Ihsan Sura Adilaga, memastikan pihaknya siap melakukan serapan gabah petani Temanggung secara langsung. Strategi ini ditempuh untuk memotong rantai distribusi yang melibatkan tengkulak.

Bulog menetapkan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp12.000 per kilogram untuk beras. Harga tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian bagi petani.

Ihsan menegaskan, selama wilayah Temanggung memasuki masa panen, Bulog membuka layanan jemput gabah langsung ke petani. Mekanisme ini diharapkan mempercepat proses penyerapan sekaligus mengurangi biaya distribusi petani.

Langkah Bulog serap gabah Temanggung tersebut juga menjadi bagian dari strategi nasional menjaga cadangan beras pemerintah. Dengan penyerapan optimal, fluktuasi harga di pasar dapat ditekan.

Realisasi Serapan dan Target Tahun 2026

Hingga Februari 2026, Bulog Cabang Magelang telah menyerap sekitar 8.000 ton gabah. Angka ini merupakan bagian dari target total 56.000 ton sepanjang tahun.

Wilayah kerja Bulog Magelang meliputi Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, dan Magelang. Distribusi serapan dilakukan secara bertahap mengikuti puncak musim panen di masing-masing daerah.

Pemerintah daerah berharap percepatan penyerapan gabah Temanggung dapat terus ditingkatkan pada bulan-bulan berikutnya. Pasalnya, volume panen diperkirakan masih akan bertambah seiring memasuki puncak musim.

Dengan sinergi antara Pemkab Temanggung dan Bulog, stabilitas harga gabah di tingkat petani diharapkan tetap terjaga. Selain itu, stok beras nasional juga dapat diperkuat melalui penyerapan optimal dari sentra produksi.

Dampak Penyerapan Hasil Panen Temanggung bagi Petani

Percepatan penyerapan hasil panen Temanggung dinilai memberikan kepastian pasar bagi petani. Ketika gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, risiko anjloknya harga saat panen raya dapat diminimalkan.

Selain itu, pola jemput gabah oleh Bulog membantu petani yang memiliki keterbatasan akses distribusi. Skema ini juga memperpendek rantai pasok sehingga margin keuntungan petani lebih terjaga.

Pemerintah Kabupaten Temanggung menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Koordinasi dengan Bulog dan pemangku kepentingan lain dilakukan untuk memastikan proses serapan berjalan lancar.

Penutup

Upaya percepatan penyerapan gabah Temanggung menjadi langkah strategis menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan beras. Dengan dukungan Bulog dan pemerintah daerah, diharapkan petani memperoleh harga yang layak sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *