Temanggung, jatengupdate.web.id — Embung Geblog Temanggung mulai operasional setelah rampung dibangun pada akhir 2025. Infrastruktur air ini diharapkan menjadi solusi kebutuhan irigasi petani saat musim kemarau di Kecamatan Kaloran.
Peresmian embung dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (23/2/2026). Selain untuk pengairan, embung tersebut juga diproyeksikan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat sekitar.
Embung Geblog Temanggung Mulai Operasional untuk Dukung Pertanian
Penantian masyarakat Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, akhirnya terwujud dengan beroperasinya embung baru tersebut. Selama ini, petani setempat kerap menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau.
Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Suyadi, menyampaikan apresiasi atas pembangunan embung. Menurut dia, fasilitas ini akan sangat membantu aktivitas pertanian.
“Embung ini nanti dimanfaatkan masyarakat petani di waktu kemarau untuk tanaman palawija maupun perkebunan,” ujar Suyadi di lokasi.
Selain sektor pertanian, warga juga melihat potensi pengembangan ekonomi. Ke depan, kawasan embung berpeluang dimanfaatkan pelaku UMKM apabila dibuka sebagai destinasi wisata.
Peresmian Embung Geblog Temanggung dan Manfaat bagi Petani
Suyadi mengungkapkan, sebelum adanya embung, petani harus mengambil air dari sungai menggunakan jeriken. Bahkan, jarak antara kebun dan sumber air mencapai 1 hingga 3 kilometer.
Akibatnya, proses penyiraman tanaman seperti durian, kopi, alpukat, dan palawija menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, kehadiran embung dinilai sangat krusial.
Menurut dia, lahan pertanian yang memanfaatkan embung tidak hanya berasal dari Dusun Bugel. Petani dari Gandon, Kemloko, Kemiri, dan wilayah sekitar juga akan merasakan manfaatnya.
“Diharapkan bisa membantu dengan adanya embung ini,” tuturnya.
Spesifikasi Irigasi Embung Geblog Kaloran
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun embung tersebut dengan anggaran Rp5,7 miliar dari APBD Jateng Tahun 2025. Infrastruktur ini memiliki kapasitas tampungan mencapai 18.143 meter kubik.
Selain itu, embung mampu mengairi lahan perkebunan seluas kurang lebih 30 hektare. Komoditas utama di wilayah tersebut meliputi durian dan kopi.
Namun demikian, sebagian petani juga menanam alpukat serta tanaman palawija. Dengan suplai air yang lebih stabil, produktivitas pertanian diharapkan meningkat.
Keberadaan Embung Geblog Temanggung mulai operasional juga diproyeksikan memperkuat ketahanan air di kawasan perbukitan Kaloran.
Dukungan Program Swasembada Pangan Nasional
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pembangunan embung merupakan bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Irigasi dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan sektor pertanian.
Menurut Luthfi, pemerintah daerah merespons langsung usulan kepala desa dan camat yang menginginkan pembangunan embung multifungsi di wilayah tersebut.
“Kalau bisa ada embung yang bisa mengairi masyarakat sekitar, bisa digunakan untuk destinasi wisata, bisa untuk air baku tanah, dan pengairan. Jadi manfaatnya besar sekali,” kata Luthfi.
Selain mendukung pertanian, embung juga berpotensi menjadi sumber air baku serta pengembangan wisata desa apabila dikelola secara optimal.
Target Penambahan Embung di Jawa Tengah
Mengingat pentingnya fungsi embung, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menambah jumlah infrastruktur serupa. Program ini diarahkan untuk memperkuat sistem irigasi daerah.
Luthfi menyebut, idealnya tersedia satu embung untuk dua wilayah kecamatan. Dengan demikian, distribusi air bagi sektor pertanian dapat lebih merata.
Ke depan, Embung Geblog Temanggung mulai operasional diharapkan menjadi model pengelolaan air terpadu di daerah lain. Pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut.
Penutup
Embung Geblog Temanggung mulai operasional menjadi harapan baru bagi petani di Kecamatan Kaloran menghadapi musim kemarau. Pemerintah berharap keberadaan embung mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung swasembada pangan di Jawa Tengah.













