Namun demikian, pekerjaan rekonstruksi yang lebih besar baru akan dimulai setelah Lebaran. DPU TR sengaja menunda pekerjaan berskala besar agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat. Dengan begitu, arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan lancar tanpa hambatan proyek jalan.
Rekonstruksi pascalebaran mencakup pemeliharaan berkala dan perbaikan struktural jalan. Beberapa ruas yang membutuhkan penanganan lebih serius sudah teridentifikasi sejak awal. Oleh karena itu, tim dapat langsung memulai pekerjaan begitu periode mudik berakhir.
Strategi ini menunjukkan perencanaan yang matang dari DPU TR Pemalang. Penanganan darurat jelang mudik dan rekonstruksi pascalebaran saling melengkapi. Pada akhirnya, kualitas jalan di Kabupaten Pemalang terus meningkat secara bertahap.
Dengan dipercepainya penambalan jalan Pemalang jelang mudik ini, DPU TR memastikan seluruh ruas strategis siap menerima lonjakan kendaraan. Delapan UJI terus bekerja menangani titik-titik berlubang di 14 kecamatan. Seluruh upaya ini bertujuan menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Pemalang selama arus mudik Lebaran 2026.













