Pemalang, Jawa Tengah, jatengupdate.web.id – TMMD Sengkuyung Pemalang 2026 resmi ditutup setelah seluruh sasaran pembangunan tercapai 100 persen. Wakil Bupati Nurkholes dan Dansatgas TMMD Letkol Inf Muhammad Arif menandatangani naskah hasil program pada Rabu (11/3/2026). Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Dusun Kemangmang, Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang.
Selain itu, Dansatgas bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus menutup kegiatan secara resmi. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin. Oleh karena itu, penutupan ini memiliki makna penting bagi seluruh pihak yang terlibat.
Lebih lanjut, penutupan TMMD Reguler ke-127 dan TMMD Sengkuyung Tahap I berlangsung serentak di seluruh wilayah Kodam IV/Diponegoro. Program tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”. Dengan demikian, pembangunan desa menjadi pondasi utama pembangunan nasional.
TMMD Sengkuyung Pemalang 2026 Rampungkan Jalan Aspal 1.360 Meter
Selama pelaksanaan TMMD Sengkuyung Pemalang 2026, tim berhasil merampungkan berbagai sasaran fisik. Pertama, tim mengaspal jalan sepanjang 1.360 meter dengan lebar 2,8 meter. Kemudian, tim juga membangun talud pertama sepanjang 10 meter dengan tinggi 2 meter.
Selain itu, tim menyelesaikan pembangunan talud kedua sepanjang 9 meter dengan tinggi 1,3 meter. Rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni juga berhasil diselesaikan. Pada akhirnya, seluruh sasaran fisik mencapai capaian 100 persen tepat waktu.
Sekretaris Operasi TMMD Kodim 0711/Pemalang Kapten Arm Eko Budiharjo menyampaikan laporan pelaksanaan. Menurutnya, kegiatan berlangsung selama 30 hari dari 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Secara khusus, seluruh pekerjaan berpusat di Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang.
Setiap hari, tim mengerahkan 15 personel Dansatgas dan 60 personel TNI ke lapangan. Selain itu, 20 orang tim teknis dan penyuluh turut mendukung pelaksanaan program. Bahkan, masyarakat setempat juga aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan pembangunan.
Sumber anggaran kegiatan berasal dari dua sumber utama. APBD Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan Rp264 juta untuk program ini. Di samping itu, APBD Kabupaten Pemalang menyumbang Rp417 juta sebagai pendukung pelaksanaan.













