Temanggung, jatengupdate.web.id — Program KDMP Temanggung terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui percepatan penyediaan lahan dan proses perizinan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat berjalan sesuai target pada tahun 2026.
Pemkab Temanggung menilai percepatan tersebut penting karena masih terdapat sejumlah desa dan kelurahan yang menghadapi kendala teknis, khususnya terkait ketersediaan lahan pembangunan fasilitas koperasi.
Pemkab Fokus Percepatan KDMP Temanggung
Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Tri Winarno, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya strategis guna mempercepat realisasi KDMP Temanggung. Menurutnya, hambatan utama saat ini berada pada aspek penyediaan lahan di beberapa wilayah.
Ia mengungkapkan, masih ada desa dan kelurahan yang belum memenuhi syarat luasan lahan untuk pembangunan koperasi. Kondisi ini membuat proses pembangunan harus disesuaikan kembali dengan ketentuan yang berlaku.
“Memang ada beberapa desa dan kelurahan yang terkendala penyediaan lahan untuk pembangunan,” ujarnya saat memberikan keterangan, Senin (2/3/2026).
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Banyuurip. Awalnya, lokasi pembangunan direncanakan memanfaatkan Gedung Juang, namun luas lahan dinilai belum mencukupi.
Koperasi Desa Merah Putih Temanggung Terkendala Luasan Lahan
Dalam evaluasi lapangan, pemerintah menemukan bahwa beberapa lokasi yang diusulkan hanya memiliki luas sekitar 400 meter persegi. Padahal, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Temanggung membutuhkan area yang lebih memadai agar fasilitas dapat berfungsi optimal.
Tri Winarno menjelaskan, keterbatasan tersebut juga dipengaruhi oleh status lahan. Di Banyuurip misalnya, lahan yang mendapat persetujuan dari PT KAI belum memenuhi kebutuhan minimal pembangunan.
“Kalau melihat fakta di lapangan, surat dari PT KAI itu hanya disetujui 400 meter. Kalau berbentuk kotak memang segitu, tetapi kalau leter L sekitar 560 meter persegi dan tetap belum memenuhi syarat,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah daerah membuka kemungkinan relokasi lokasi pembangunan agar program pembangunan KDMP Temanggung tidak terhambat lebih lama.
Ratusan Unit KDMP Masih Tahap Pembangunan
Berdasarkan data Pemkab, dari total 289 desa dan kelurahan di Kabupaten Temanggung, sebanyak 208 unit KDMP Temanggung saat ini masih berada pada tahap pembangunan. Angka tersebut menunjukkan progres yang cukup signifikan, meskipun masih memerlukan percepatan di beberapa titik.
Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan 16 unit koperasi dapat segera beroperasi dalam waktu dekat. Sementara itu, unit lainnya masih menjalani proses pengurusan perizinan maupun pencarian lahan yang sesuai.
Pemkab Temanggung menegaskan akan terus melakukan koordinasi lintas sektor agar hambatan teknis dapat segera diatasi. Selain itu, pendampingan kepada pemerintah desa juga diperkuat.
Strategi Percepatan Program KDMP di Temanggung
Untuk memastikan program KDMP di Temanggung berjalan optimal, pemerintah daerah menyiapkan beberapa langkah percepatan. Pertama, inventarisasi lahan alternatif di desa dan kelurahan yang mengalami kendala.
Kedua, percepatan proses administrasi perizinan melalui koordinasi dengan instansi terkait. Ketiga, penguatan komunikasi dengan pihak pemilik lahan, termasuk BUMN maupun pihak swasta.
Selain itu, Pemkab juga mendorong pemerintah desa agar lebih proaktif menyiapkan dokumen pendukung. Dengan demikian, proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Pemerintah berharap keberadaan KDMP Temanggung nantinya mampu memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Koperasi tersebut dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Diharapkan Segera Beroperasi dan Bermanfaat
Pemkab Temanggung optimistis percepatan yang dilakukan akan mempercepat operasional koperasi di berbagai wilayah. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan, mulai dari lahan hingga perizinan, dapat diselesaikan secara bertahap.
Dengan beroperasinya KDMP Temanggung, diharapkan masyarakat desa dan kelurahan memperoleh manfaat ekonomi yang nyata. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pembangunan hingga seluruh unit koperasi dapat berfungsi secara optimal sesuai rencana.
Penutup
Percepatan penyediaan lahan dan perizinan menjadi langkah krusial dalam menyukseskan program KDMP Temanggung. Pemkab berharap seluruh hambatan dapat segera teratasi sehingga koperasi desa dapat segera beroperasi dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.












