Pengendalian Inflasi Magelang Idulfitri Masih Terkendali
Dalam HLM tersebut, Damar menyampaikan data terkini kondisi inflasi. BPS mencatat inflasi nasional pada Februari 2026 sebesar 4,76 persen. Sementara itu, inflasi Provinsi Jawa Tengah berada di angka 4,43 persen.
Pengendalian inflasi Magelang Idulfitri masih berjalan baik menurut Wali Kota. Namun, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga komoditas strategis. Beberapa komoditas biasanya mengalami kenaikan menjelang hari raya.
Tim TPID memantau secara ketat komoditas seperti cabai, daging sapi, dan daging ayam ras. Selain itu, bawang merah dan telur ayam ras juga mendapat perhatian khusus. Harga komoditas tersebut biasanya melonjak jelang Lebaran setiap tahun.
“Harga bahan kebutuhan pokok di Kota Magelang masih relatif stabil,” ungkap Damar. Masyarakat masih menunjukkan pola permintaan yang normal. Selain itu, Damar menilai ketersediaan stok mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga.
Stok Pangan Magelang Jelang Lebaran Cukup, Distribusi Lancar
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang Chrisatria Yonas Bolla turut memberikan paparan. Ia menjelaskan kondisi terkini inflasi dan ketersediaan pasokan pangan. Stok pangan Magelang jelang Lebaran masih mencukupi hingga awal Maret.
TPID menerapkan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K. Keempat aspek tersebut meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Pendekatan ini menjadi panduan utama bagi tim di lapangan.
“Distribusi relatif lancar, sehingga pedagang tidak perlu menimbun barang,” papar Yonas. Ia mengimbau pedagang untuk menjaga stok secara wajar. Langkah ini mencegah kelangkaan artifisial yang dapat menaikkan harga.













