Slawi, jatengupdate.web.id — Program Transformasi Digital Kabupaten Tegal 2027 mulai dimatangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melalui Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di Gedung Koperasi Bakti Husada, Kamis (19/02/2026).
Forum ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menyelaraskan rencana kerja perangkat daerah dengan kebutuhan pembangunan berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan komitmen penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemkab Tegal.
Sejumlah perwakilan OPD dan pemangku kepentingan hadir dalam diskusi interaktif tersebut. Kegiatan dipandu Sekretaris Diskominfo Edy Pramono sebagai moderator.
Tiga narasumber utama turut memberikan pandangan, yakni Teguh Riyanto dari Bapperida Kabupaten Tegal, Hj. Sri Lestari dari Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, serta Diana dari BPS Kabupaten Tegal.
Transformasi Digital Kabupaten Tegal 2027 Fokus Integrasi SPBE
Kepala Diskominfo Kabupaten Tegal Nurhayati menjelaskan, forum ini bertujuan menyelaraskan program perangkat daerah dengan usulan Musrenbang kecamatan. Selain itu, kegiatan ini juga mempertajam indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi Diskominfo.
Menurutnya, integrasi SPBE menjadi kunci utama dalam mendorong keberhasilan Transformasi Digital Kabupaten Tegal 2027. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menghilangkan ego sektoral antar-OPD.
“Fokus utama rencana tahun 2027 meliputi penguatan keamanan siber melalui tim CSIRT, optimalisasi satu data kabupaten untuk penanganan stunting dan kemiskinan, serta peningkatan infrastruktur internet desa,” ujar Nurhayati.
Langkah tersebut dinilai penting karena digitalisasi layanan publik membutuhkan sistem yang terintegrasi. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan akurat.
Selain itu, penguatan keamanan siber menjadi prioritas karena meningkatnya risiko ancaman digital. Pemerintah daerah ingin memastikan sistem pemerintahan tetap terlindungi.
Digitalisasi Kabupaten Tegal dan Tantangan Efisiensi Anggaran
Dalam forum tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Hj. Sri Lestari menyoroti tantangan efisiensi anggaran. Meski demikian, ia menilai program digitalisasi Kabupaten Tegal harus tetap berjalan.
Menurutnya, forum OPD ini menjadi landasan strategis untuk memastikan layanan publik berbasis digital semakin transparan dan akuntabel. Karena itu, perencanaan harus dilakukan secara cermat dan terukur.
“Forum ini penting untuk memastikan layanan publik berbasis digital di Kabupaten Tegal semakin transparan dan akuntabel,” kata Sri Lestari.
Ia juga memberikan sejumlah catatan kepada Diskominfo. Salah satunya adalah perlunya peningkatan respons terhadap keluhan masyarakat melalui aplikasi terpadu.
Selain itu, Sri Lestari mendorong percepatan digitalisasi arsip daerah. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang modern.
Penguatan Satu Data dan Infrastruktur Internet Desa
Forum OPD juga menekankan pentingnya optimalisasi program satu data kabupaten. Integrasi data dinilai krusial untuk mendukung kebijakan berbasis bukti, terutama dalam penanganan stunting dan kemiskinan.
Perwakilan BPS Kabupaten Tegal menegaskan bahwa kualitas data sangat menentukan ketepatan program pembangunan. Oleh sebab itu, koordinasi lintas perangkat daerah harus diperkuat.
Di sisi lain, peningkatan infrastruktur internet desa menjadi agenda prioritas. Pemerintah daerah menilai konektivitas digital merupakan fondasi utama pemerataan layanan publik.
Melalui penguatan jaringan internet, pemerintah berharap transformasi layanan digital dapat menjangkau hingga wilayah pedesaan. Dengan begitu, kesenjangan akses teknologi dapat ditekan.
Program ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di tingkat lokal. Akses internet yang lebih merata diyakini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Forum OPD Jadi Ruang Konsolidasi Stakeholder
Pelaksanaan Forum OPD Diskominfo Kabupaten Tegal tidak hanya menjadi agenda rutin perencanaan. Lebih dari itu, forum ini berfungsi sebagai ruang konsolidasi antar-pemangku kepentingan.
Melalui diskusi interaktif, berbagai masukan strategis berhasil dihimpun. Pemerintah daerah menilai pendekatan kolaboratif penting untuk memastikan keberhasilan Transformasi Digital Kabupaten Tegal 2027.
Ke depan, Diskominfo akan menindaklanjuti hasil forum ke dalam dokumen Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2027. Proses ini menjadi tahapan penting sebelum implementasi program.
Pemerintah Kabupaten Tegal menargetkan transformasi digital berjalan bertahap namun konsisten. Dengan perencanaan yang matang, layanan publik berbasis elektronik diharapkan semakin efektif.
Penutup
Pemkab Tegal melalui Diskominfo terus mematangkan Transformasi Digital Kabupaten Tegal 2027 melalui forum OPD yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Fokus utama mencakup integrasi SPBE, penguatan keamanan siber, optimalisasi satu data, dan pemerataan internet desa guna mendorong pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien.













