Kebersihan Pelabuhan Tegalsari Jadi Sorotan Saat Kunker DPR RI

kebersihan Pelabuhan Tegalsari Tegal saat kunjungan DPR
Komisi IV DPR RI meninjau kondisi Pelabuhan Tegalsari di Kota Tegal.

Kota Tegal, jatengupdate.web.id — Kebersihan Pelabuhan Tegalsari menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kota Tegal, Selasa (24/2/2026). Pemerintah daerah bersama legislatif pusat menyoroti pentingnya penataan kawasan pelabuhan guna mendukung aktivitas perikanan yang berkelanjutan.

Kunjungan tersebut dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah dan Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono. Rombongan Komisi IV DPR RI dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto.

Kebersihan Pelabuhan Tegalsari Jadi Perhatian Utama

Dalam peninjauan lapangan, rombongan melihat langsung kondisi kawasan pelabuhan sekaligus berdialog dengan nelayan, Anak Buah Kapal (ABK), HNSI Jawa Tengah, serta pemangku kepentingan lainnya. Hasil pantauan menunjukkan kebersihan Pelabuhan Tegalsari masih perlu ditingkatkan.

Titiek Soeharto menilai kondisi pelabuhan belum optimal, padahal kontribusi ekonominya sangat besar bagi negara. Menurutnya, persoalan kebersihan harus segera ditangani secara serius agar tidak mengganggu aktivitas perikanan.

“Pelabuhannya kotor, padahal kontribusinya besar. Sayangnya dana PNBP yang kembali ke daerah masih sangat terbatas, sehingga pemerintah daerah kesulitan merawat kebersihan pelabuhan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, koordinasi lintas kementerian perlu diperkuat agar penataan Pelabuhan Tegalsari dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Selain itu, dukungan anggaran juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan.

Penataan Pelabuhan Tegalsari dan Dampaknya bagi Nelayan

Selain aspek kebersihan pelabuhan perikanan Tegal, Komisi IV DPR RI juga menyoroti dampak lingkungan terhadap kualitas hasil tangkapan. Lingkungan pelabuhan yang kurang higienis berpotensi menurunkan mutu ikan sebelum dipasarkan.

Oleh karena itu, Titiek meminta pengelola pelabuhan segera melakukan pembenahan menyeluruh. Ia juga menyoroti keberadaan kapal-kapal mangkrak yang dinilai mengganggu aktivitas sandar kapal aktif.

Menurutnya, penataan ruang pelabuhan harus dilakukan secara terpadu. Dengan demikian, arus logistik perikanan dapat berjalan lancar sekaligus menjaga standar kebersihan kawasan.

Selain itu, para pelaku usaha perikanan juga menyampaikan kebutuhan tambahan modal usaha. Mereka berharap pemerintah pusat memberikan dukungan pembiayaan agar produktivitas nelayan tetap terjaga.

Komisi IV DPR RI mencatat bahwa kapasitas Pelabuhan Tegalsari saat ini mulai padat. Karena itu, rencana perluasan pelabuhan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan segera direalisasikan.

“Pelabuhan adalah jendela masa depan. Kebersihan dan penataan harus menjadi prioritas agar nelayan nyaman dan hasil laut tetap berkualitas,” tegas Titiek.

Pemkot Tegal Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi IV DPR RI. Ia menilai kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah.

Pemerintah Kota Tegal, lanjutnya, berkomitmen terus meningkatkan kondisi pelabuhan Tegalsari. Namun demikian, dukungan pemerintah pusat tetap dibutuhkan mengingat status pelabuhan sebagai objek vital nasional.

Dedy Yon menekankan bahwa kebersihan Pelabuhan Tegalsari bukan hanya soal estetika. Lebih dari itu, penataan kawasan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan nelayan, kelancaran distribusi ikan, dan citra Kota Tegal.

Ia berharap ke depan pelabuhan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ikon daerah yang bersih dan tertata. Dengan kolaborasi lintas sektor, upaya tersebut diyakini dapat terwujud secara bertahap.

Pemerintah daerah juga membuka ruang koordinasi lebih lanjut dengan kementerian terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program penataan berjalan terukur dan berkelanjutan.

Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI diharapkan menjadi titik awal percepatan pembenahan kawasan pelabuhan. Sejumlah catatan strategis akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas lembaga.

Ke depan, penguatan kebersihan Pelabuhan Tegalsari akan difokuskan pada peningkatan fasilitas, penataan kapal, serta pengelolaan limbah pelabuhan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing sektor perikanan.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan komitmen pemerintah daerah, Pelabuhan Tegalsari diharapkan berkembang menjadi pelabuhan perikanan yang bersih, modern, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Tegal menegaskan akan terus mengawal proses perbaikan tersebut. Sinergi seluruh pihak diharapkan mampu menghadirkan pelabuhan yang lebih tertata sekaligus mendukung kesejahteraan nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *