Program TMMD Desa Surajaya Pemalang Gelar Berbagai Penyuluhan
Selain pembangunan fisik, program TMMD Desa Surajaya Pemalang juga melaksanakan kegiatan nonfisik. Tim menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada masyarakat. Lebih dari itu, sosialisasi penegakan hukum dan bahaya narkoba juga menjadi materi utama.
Secara khusus, tim juga menyampaikan materi pencegahan stunting kepada warga desa. Penyuluhan pertanian turut memperkaya pengetahuan masyarakat di bidang agraris. Selain itu, sosialisasi penanggulangan bencana membekali warga dengan keterampilan mitigasi.
Pembinaan prajurit TNI juga menjadi bagian dari kegiatan nonfisik TMMD. Program ini memperkuat profesionalisme personel yang bertugas di lapangan. Dengan begitu, kualitas pengabdian TNI kepada masyarakat terus meningkat.
Kegiatan nonfisik ini menjadi nilai tambah yang sangat berarti bagi warga Desa Surajaya. Masyarakat mendapatkan pengetahuan baru di berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, dampak TMMD tidak hanya terasa dari sisi infrastruktur tetapi juga peningkatan kapasitas warga.
TNI Manunggal Membangun Desa Pemalang Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Pangdam IV/Diponegoro menegaskan bahwa pembangunan dari desa merupakan strategi pemerintah. Tujuannya untuk mewujudkan pemerataan ekonomi secara menyeluruh. Terutama, desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa depan.
TNI Manunggal Membangun Desa Pemalang ini menjadi kerja sama terpadu dan berkelanjutan. Program melibatkan TNI, kementerian, lembaga nonkementerian, pemda, serta Polri. Dengan demikian, berbagai program pembangunan terpadu dapat berjalan secara sinergis.
Pada kenyataannya, TMMD bertujuan mempercepat pembangunan di daerah tertinggal dan terpencil. Kawasan terisolasi, wilayah perbatasan, dan daerah terdampak bencana juga menjadi sasaran. Bahkan, kawasan kumuh perkotaan turut mendapat perhatian melalui program ini.













