Wonogiri, jatengupdate.web.id — Sidak pasar Wonogiri dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Wakil Bupati Imron Rizkyarno, Rabu (25/2/2026).
Inspeksi mendadak tersebut menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari pasar tradisional, gudang beras, hingga pangkalan LPG subsidi. Pemerintah daerah ingin memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar serta pasokan kebutuhan pokok aman.
Selain itu, sidak ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Pemerintah berharap harga bahan pokok tetap terkendali selama momentum Ramadan hingga Lebaran.
Sidak Pasar Wonogiri Awali Pemantauan di Pasar Kota
Dalam rangkaian sidak pasar Wonogiri, rombongan pertama kali mengunjungi Pasar Kota Wonogiri yang saat ini masih menempati pasar darurat pascakebakaran pada 6 Oktober 2025. Di lokasi tersebut, bupati dan wakil bupati berdialog langsung dengan para pedagang.
Mereka menanyakan kondisi perdagangan sekaligus menyerap aspirasi pedagang selama menempati lokasi sementara. Pemerintah ingin memastikan aktivitas jual beli tetap berjalan normal.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendampingi pedagang terdampak kebakaran. Menurut dia, keberlangsungan ekonomi masyarakat menjadi prioritas utama.
“Kami ke sini untuk memastikan kondisi pasar darurat tertata dan aman. Pemerintah juga terus mempersiapkan percepatan pembangunan pasar permanen,” ujar Setyo.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan pasar menjadi langkah penting untuk memulihkan roda perekonomian warga. Pemerintah daerah, lanjutnya, sedang mematangkan berbagai tahapan teknis.
Inspeksi Pasar Wonogiri dan Pemantauan Stok Beras Bulog
Usai dari pasar, kegiatan inspeksi pasar Wonogiri dilanjutkan dengan peninjauan stok beras di gudang Perum Bulog. Langkah ini dilakukan untuk memastikan cadangan pangan pemerintah dalam kondisi aman.
Dari hasil pemantauan, ketersediaan beras dinyatakan mencukupi. Stok tersebut siap disalurkan sewaktu-waktu guna menjaga keseimbangan pasokan di pasaran.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri menilai peran Bulog sangat strategis dalam menjaga stabilitas harga. Karena itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat.
Selain beras, pemerintah juga memantau pergerakan harga bahan pokok lain. Langkah ini penting untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.
Pemantauan LPG Subsidi untuk Jaga Kebutuhan Pokok Wonogiri
Rangkaian sidak harga bahan pokok Wonogiri kemudian berlanjut ke salah satu pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Ngadirojo. Pemerintah ingin memastikan distribusi gas subsidi berjalan sesuai ketentuan.
Dalam kunjungan tersebut, bupati menekankan pentingnya penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran. Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik penimbunan.
“Distribusi LPG subsidi harus tepat sasaran. Pengawasan akan terus kami lakukan secara intensif hingga Lebaran,” tegas Setyo.
Pemerintah daerah memastikan penjualan LPG tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh energi rumah tangga dengan harga wajar.
Langkah pengawasan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat. Terlebih, kebutuhan energi rumah tangga biasanya meningkat saat Ramadan.
Pemkab Fokus Jaga Stabilitas Harga dan Inflasi
Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno menambahkan, kegiatan sidak pasar Wonogiri bertujuan memastikan stabilitas harga dan keamanan pangan tetap terjaga. Pemerintah ingin masyarakat merasa tenang selama Ramadan.
Menurut dia, pemantauan rutin akan terus dilakukan di berbagai wilayah. Pemerintah daerah tidak ingin terjadi gejolak harga yang merugikan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan stabilitas harga, ketersediaan stok bahan pokok, serta keamanan pangan bagi konsumen selalu terjamin,” ujar Imron.
Ia juga mengingatkan pedagang agar tetap berjualan secara jujur dan transparan. Dengan demikian, kepercayaan konsumen dapat terus terjaga.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri menilai sinergi antara pemerintah, distributor, dan pedagang menjadi kunci pengendalian inflasi daerah. Oleh karena itu, komunikasi akan terus diperkuat.
Upaya Berkelanjutan Jelang Ramadan dan Idulfitri
Pemantauan kebutuhan pokok Wonogiri tidak berhenti pada sidak kali ini. Pemerintah daerah memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkala selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Selain pengawasan, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi gangguan pasokan. Koordinasi dengan Bulog, distributor, dan agen LPG terus diintensifkan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Terlebih, momentum Ramadan biasanya diikuti peningkatan konsumsi.
Pemerintah juga membuka ruang pengaduan masyarakat terkait harga maupun distribusi kebutuhan pokok. Dengan cara ini, potensi masalah dapat ditangani lebih cepat.
Penutup
Melalui sidak pasar Wonogiri, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Pengawasan akan terus diperkuat agar distribusi pangan dan LPG tetap aman, harga terkendali, serta aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar.









