Wonogiri, jatengupdate.web.id — Panen Raya Pahisa 08 Wonogiri digelar penuh semangat di Desa Trukan, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan produksi padi sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipusatkan di Balai Desa Trukan dan dilanjutkan dengan panen simbolis di area persawahan setempat. Dengan luas tanam mencapai 296 hektare, hasil panen padi hibrida varietas unggul ini diproyeksikan menembus 3.400 ton.
Pelaksanaan panen raya ini juga menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di wilayah Wonogiri.
Produktivitas Panen Raya Pahisa 08 Wonogiri Meningkat
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, mengapresiasi para petani Desa Trukan atas keberhasilan budidaya padi hibrida tersebut. Menurutnya, capaian Panen Raya Pahisa 08 Wonogiri menunjukkan produktivitas yang sangat baik.
Ia menjelaskan bahwa benih Pahisa 08 memiliki sejumlah keunggulan dibanding varietas biasa. Varietas ini diproyeksikan mampu menghasilkan panen tinggi sekaligus memiliki ketahanan terhadap hama utama.
“Varietas ini dinilai memiliki potensi hasil tinggi serta ketahanan yang cukup baik terhadap beberapa serangan hama dan penyakit, sehingga diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi padi di Kabupaten Wonogiri,” ungkapnya.
Selain itu, beras yang dihasilkan dikenal memiliki tekstur pulen dan aroma khas. Kondisi tersebut dinilai menjadi nilai tambah bagi petani dalam meningkatkan daya saing produk.
Keunggulan Padi Hibrida Pahisa 08 Desa Trukan
Dalam panen padi Pahisa 08 Wonogiri, varietas unggul ini terbukti memiliki karakter agronomis yang kuat. Tanaman memiliki batang kokoh sehingga relatif tahan rebah saat musim hujan maupun angin kencang.
Defrancisco menambahkan, malai padi Pahisa 08 mampu menghasilkan lebih dari 300 bulir per malai. Selain itu, tingkat adaptabilitasnya juga baik sehingga dapat ditanam di berbagai jenis tanah dan kondisi lingkungan.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, pemerintah provinsi mendorong perluasan penggunaan benih unggul bersertifikat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga tren peningkatan produksi padi di Jawa Tengah.
Sinergi Pemerintah dan Petani Dorong Panen Raya Padi Hibrida Wonogiri
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, menegaskan bahwa keberhasilan panen raya padi hibrida Wonogiri merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, penyuluh, dan kelompok tani dinilai berjalan efektif.
Menurutnya, penggunaan benih unggul bersertifikat menjadi kunci peningkatan produktivitas. Selain itu, pendampingan teknis kepada petani juga terus diperkuat.
Ia juga menyoroti peran Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) dalam menjaga mutu benih. Pengawasan yang ketat dinilai berkontribusi langsung terhadap kualitas hasil panen.
“Peran BPSB dalam pengawasan mutu benih turut menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hasil panen,” tuturnya.
Harapan Penguatan Ketahanan Pangan Daerah
Camat Pracimantoro, Warsito, menyampaikan rasa bangga atas kerja keras petani Desa Trukan. Ia berharap keberhasilan Panen Raya Pahisa 08 Wonogiri dapat menjadi motivasi bagi desa lain di wilayahnya.
Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian harus terus didorong agar ketahanan pangan daerah semakin kuat. Selain itu, kesejahteraan petani juga diharapkan ikut meningkat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panen simbolis oleh para tamu undangan bersama petani setempat. Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat mewarnai seluruh rangkaian acara.
Panen raya ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPSB Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Camat Pracimantoro, Kepala Desa Trukan, jajaran BPP, Babinsa, serta masyarakat setempat.
Penutup
Panen Raya Pahisa 08 Wonogiri di Desa Trukan menjadi bukti nyata keberhasilan penerapan benih unggul dan sinergi lintas sektor. Pemerintah berharap capaian ini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Wonogiri.









