Sragen, jatengupdate.web.id — Percepatan luas tanam Sragen menjadi fokus pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional. Hal tersebut terlihat saat Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian melakukan peninjauan langsung ke lahan sawah di Desa Plosorejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Kamis (5/3/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana pertanian guna mendukung peningkatan luas tanam di wilayah Jawa Tengah. Selain itu, pengecekan lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan petani yang dapat mempercepat proses tanam padi.
Direktur Jenderal PSP Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menyampaikan bahwa Kabupaten Sragen memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, percepatan luas tanam Sragen dinilai strategis untuk menjaga stabilitas produksi beras.
Menurutnya, Sragen menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan luas tanam setiap tahun. Hal tersebut tercermin dari peningkatan target luas tanam yang ditetapkan pemerintah daerah.
Pada tahun sebelumnya, realisasi luas tanam di Kabupaten Sragen mencapai sekitar 115 ribu hektare. Namun, pada tahun 2026 pemerintah daerah menaikkan target menjadi sekitar 137 ribu hektare.
Peningkatan target tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi Sragen sebagai salah satu daerah penghasil padi utama di Indonesia. Selain itu, peningkatan luas tanam juga diharapkan mampu mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
Peningkatan Luas Tanam Sragen Butuh Dukungan Sarana Pertanian
Dalam peninjauan tersebut, Dirjen PSP bersama Bupati Sragen melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan pertanian. Hasilnya menunjukkan masih terdapat beberapa sarana pertanian yang perlu diperbaiki.
Salah satu temuan penting adalah keberadaan lahan sawah tadah hujan yang membutuhkan dukungan irigasi tambahan. Tanpa sistem irigasi yang memadai, lahan tersebut hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun.
Oleh karena itu, pemerintah pusat mempertimbangkan pembangunan sistem irigasi perpompaan untuk meningkatkan indeks pertanaman di wilayah tersebut.
Dengan adanya dukungan irigasi tersebut, masa tanam tidak hanya dilakukan sekali dalam setahun. Sebaliknya, petani berpeluang melakukan hingga tiga kali masa tanam dalam satu tahun.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, peningkatan produktivitas pertanian juga dapat meningkatkan pendapatan petani.
Andi Nur Alam Syah menegaskan bahwa hasil pemantauan lapangan akan segera dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.
Laporan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk menentukan program dukungan yang tepat bagi petani di Kabupaten Sragen.
Percepatan Tanam Padi Sragen Hadapi Tantangan Iklim dan Hama
Selain persoalan sarana pertanian, percepatan tanam padi Sragen juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Serangan hama dapat menurunkan produktivitas tanaman padi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, petani diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim tanam.
Selain ancaman hama, kondisi cuaca juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi potensi kekeringan di beberapa wilayah.
Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi produktivitas lahan pertanian, terutama pada sawah yang bergantung pada curah hujan.
Karena itu, penguatan infrastruktur irigasi menjadi salah satu langkah strategis yang terus didorong oleh pemerintah.
Dengan sistem irigasi yang lebih baik, petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan.
Selain itu, pengelolaan air yang lebih efektif dapat menjaga keberlanjutan produksi pertanian dalam jangka panjang.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Program Luas Tanam Pertanian Sragen
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerahnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Pemerintah Kabupaten Sragen berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pertanian melalui berbagai program strategis.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong modernisasi alat dan mesin pertanian bagi para petani.
Penggunaan teknologi pertanian modern dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat proses tanam.
Selain itu, mekanisasi pertanian juga membantu petani menghemat biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.
Bupati juga menegaskan bahwa Sragen memiliki peran penting sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Oleh karena itu, peningkatan luas tanam pertanian Sragen menjadi prioritas dalam pembangunan sektor pertanian.
Melalui berbagai dukungan tersebut, pemerintah berharap kesejahteraan petani dapat meningkat.
Di sisi lain, peningkatan produksi padi juga diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Penutup
Percepatan luas tanam Sragen menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui dukungan sarana pertanian, pembangunan irigasi, serta modernisasi alat pertanian, pemerintah berharap produksi padi di wilayah ini terus meningkat.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga diharapkan mampu memperkuat peran Kabupaten Sragen sebagai salah satu lumbung padi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.













