Industri dan Pariwisata Jateng Tuai Apresiasi DPR RI

Industri dan pariwisata Jateng mendapat apresiasi DPR RI di Semarang
Komisi VII DPR RI mengapresiasi kinerja Pemprov Jateng di sektor industri dan pariwisata

Semarang, jatengupdate.web.idIndustri dan Pariwisata Jateng mendapat apresiasi dari Komisi VII DPR RI setelah menilai kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Penilaian tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (20/2/2026).

Apresiasi diberikan karena sektor industri Jawa Tengah dan pariwisata Jawa Tengah dinilai berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, berbagai program penguatan ekonomi kreatif Jateng juga menunjukkan perkembangan yang konsisten.

Industri dan Pariwisata Jateng Dinilai Strategis

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyatakan Provinsi Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, kinerja industri pariwisata Jateng menunjukkan arah yang positif.

Ia menilai potensi sektor industri Jawa Tengah sangat besar. Terlebih, keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal memperkuat peran Jateng sebagai simpul pengembangan industri baru di Pulau Jawa.

“Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujar Rahayu.

Karena itu, DPR RI mendorong agar sinergi pusat dan daerah terus diperkuat. Dengan langkah tersebut, kontribusi industri dan pariwisata Jateng diharapkan semakin meningkat.

Kontribusi Pariwisata Terus Meningkat

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI lainnya, Evita Nursanty, juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pariwisata Jawa Tengah. Ia menyoroti kontribusi sektor wisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang terus menunjukkan tren naik.

Pada 2025, sektor pariwisata Jawa Tengah tercatat menyumbang sekitar 3,74 persen terhadap PDRB. Selain itu, jumlah daerah tujuan wisata meningkat sekitar 32 persen sejak 2022.

Menurut Evita, pertumbuhan tersebut tidak lepas dari membaiknya konektivitas udara. Rute penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur ke Semarang dinilai memberi dampak positif.

“Luar biasa Jawa Tengah ini meningkat, tentu tidak lepas dari dampak positif rute penerbangan langsung,” kata legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah III tersebut.

Pemprov Perkuat Sinergi dengan DPR RI

Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Komisi VII DPR RI. Ia menilai kunjungan kerja reses tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah.

Luthfi menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh sebab itu, penguatan sektor industri dan pariwisata Jateng terus menjadi prioritas.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kunjungan kerja reses Komisi VII DPR ke Provinsi Jawa Tengah,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting. Dengan koordinasi yang kuat, program pembangunan diyakini dapat berjalan lebih optimal.

Pengembangan Desa Wisata dan Destinasi Unggulan

Di sektor pariwisata Jawa Tengah, Pemprov Jateng terus mengembangkan lebih dari 1.000 desa wisata. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga fokus memperkuat destinasi unggulan. Beberapa kawasan prioritas antara lain Borobudur dan Rawa Pening yang terus didorong peningkatan kualitasnya.

Luthfi optimistis dukungan infrastruktur dan konektivitas akan mempercepat pertumbuhan industri dan pariwisata Jateng. Ia menilai sektor ini berpotensi menjadi pengungkit ekonomi daerah.

“Kami optimistis dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik, sektor pariwisata akan terus berkembang,” tegasnya.

Penutup

Apresiasi Komisi VII DPR RI menunjukkan kinerja industri dan pariwisata Jateng berada di jalur positif. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperkuat sinergi dan pengembangan sektor strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *