Harga Bahan Pokok Jateng Dipantau, Ahmad Luthfi Turun ke Pasar

Ahmad Luthfi meninjau harga bahan pokok Jateng di Pasar Projo Ambarawa
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengecek harga pangan di Pasar Projo

Semarang, jatengupdate.web.idHarga Bahan Pokok Jateng menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026), untuk memastikan stok dan stabilitas harga pangan tetap terjaga.

Dalam kunjungan tersebut, Luthfi didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Ia berkeliling pasar sekaligus berdialog dengan pedagang dan pengunjung guna memantau kondisi bapokting Jateng secara langsung.

Pemprov Pastikan Harga Bahan Pokok Jateng Terkendali

Hasil pemantauan menunjukkan harga pangan Jawa Tengah secara umum masih relatif terkendali. Namun demikian, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas strategis.

Beberapa bahan pokok yang tercatat naik antara lain cabai rawit merah dan bawang merah. Keduanya bahkan berada di atas harga acuan pembelian (HAP) di tingkat konsumen.

Menanggapi kondisi tersebut, Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk melakukan operasi pasar. Langkah ini diambil agar stabilisasi harga pangan Jateng tetap terjaga selama Ramadan.

“Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait,” kata Luthfi setelah mendengar keluhan pedagang.

Selain operasi pasar, pemerintah juga memperkuat pemantauan distribusi. Dengan demikian, lonjakan harga dapat ditekan lebih cepat.

308 Gerakan Pangan Murah Disiapkan

Untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok Jateng, Pemprov melalui Dinas Ketahanan Pangan akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini dijadwalkan berlangsung hingga Maret 2026.

Kegiatan GPM akan menyasar seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pemerintah berharap langkah ini mampu menstabilkan bapokting Jateng sekaligus membantu daya beli masyarakat.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, menyampaikan bahwa kondisi stok pangan saat ini masih aman. Bahkan, Jawa Tengah disebut mengalami surplus beras dalam jumlah besar.

Meski demikian, ia mengakui terjadi peningkatan permintaan menjelang Ramadan. Kondisi ini menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga pada beberapa komoditas.

“Memasuki bulan Ramadan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman,” ujar Rini.

Harga Cabai Naik karena Permintaan Luar Daerah

Rini menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok Jateng dalam beberapa minggu terakhir memang terjadi, terutama pada komoditas cabai. Saat ini, harga cabai di tingkat konsumen rata-rata sekitar Rp80 ribu per kilogram.

Selain cabai, harga daging ayam dan daging sapi juga mulai menunjukkan tren kenaikan. Namun, kenaikannya masih berada di bawah batas HAP sehingga dinilai masih terkendali.

Menurutnya, salah satu penyebab naiknya harga pangan Jawa Tengah adalah tingginya permintaan dari luar daerah, khususnya Jakarta. Harga cabai di ibu kota bahkan telah menyentuh sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Akibat disparitas harga tersebut, banyak pedagang memilih mengirim pasokan ke luar daerah. Dampaknya, harga di dalam wilayah Jawa Tengah ikut terdorong naik.

“Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga, meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta,” jelas Rini.

Intervensi Subsidi Harga untuk Jaga Daya Beli

Untuk menahan kenaikan lebih lanjut, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah intervensi. Salah satu langkah utama adalah penugasan kepada JTAB untuk melakukan subsidi harga.

Melalui skema tersebut, cabai dijual kepada masyarakat dengan harga Rp65 ribu per kilogram. Kebijakan ini diharapkan membuat harga bahan pokok Jateng tetap terjangkau.

Pemerintah juga terus memantau pergerakan harga pangan secara berkala. Selain itu, koordinasi lintas instansi diperkuat agar respons terhadap gejolak pasar bisa lebih cepat.

Penutup

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan harga bahan pokok Jateng masih dalam kondisi terkendali menjelang Ramadan. Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah disiapkan untuk menjaga stabilitas serta melindungi daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *