SALATIGA, jatengupdate.web.id — RSUD dr Soebarkat Salatiga resmi diluncurkan sebagai nama baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga. Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dalam sebuah acara yang digelar di halaman parkir rumah sakit, Selasa (3/3/2026).
Perubahan identitas rumah sakit tersebut menjadi langkah penting dalam penguatan pelayanan kesehatan di Kota Salatiga. Selain itu, pergantian nama ini juga dimaksudkan untuk mengenang jasa dan dedikasi almarhum dr Soebarkat Tjitrodarmodjo yang memiliki kontribusi besar dalam dunia kesehatan daerah.
Acara peresmian dihadiri berbagai unsur penting daerah. Di antaranya jajaran Forkopimda Kota Salatiga, Penjabat Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, Kepala BPJS Cabang Ungaran, pimpinan rumah sakit se-Kota Salatiga, serta perwakilan akademisi dan perbankan.
Kehadiran keluarga besar ahli waris dr Soebarkat Tjitrodarmodjo juga menjadi momen emosional dalam acara tersebut. Bahkan suasana haru sempat terasa ketika penghargaan khusus diberikan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau.
RSUD dr Soebarkat Salatiga Jadi Identitas Baru Pelayanan Kesehatan
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menjelaskan bahwa penetapan nama RSUD dr Soebarkat Salatiga bukan sekadar perubahan administratif. Namun demikian, keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh kesehatan yang telah berjasa bagi masyarakat.
Menurutnya, proses penetapan nama dilakukan secara terbuka melalui mekanisme partisipasi publik. Pemerintah Kota Salatiga sebelumnya menggelar polling yang melibatkan masyarakat luas.
Dari total 5.713 suara yang masuk pada polling Januari lalu, sebanyak 2.235 suara memilih nama dr Soebarkat Tjitrodarmodjo. Oleh karena itu, pemerintah daerah menetapkan nama tersebut sebagai identitas baru rumah sakit daerah.
“Penetapan nama ini menunjukkan kuatnya ikatan emosional masyarakat dengan sosok dr Soebarkat. Beliau dikenal sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan,” ujar Robby dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perubahan nama ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Sebab, rumah sakit daerah memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Apalagi RSUD dr Soebarkat Salatiga saat ini telah mengantongi akreditasi Paripurna. Selain itu, rumah sakit tersebut juga telah berstatus sebagai Rumah Sakit Tipe B Pendidikan.
Dengan status tersebut, pemerintah kota berharap kualitas layanan medis semakin meningkat. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan diminta menjaga profesionalisme serta meningkatkan empati terhadap pasien.
“Jangan hanya papan nama yang baru. Semangat kerja juga harus diperbarui. Nilai integritas dan dedikasi dr Soebarkat harus menjadi inspirasi pelayanan kesehatan yang humanis,” tegasnya.
Rebranding RSUD Salatiga Berganti Nama Dorong Modernisasi Layanan
Sementara itu, Direktur RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo Ita Rima Rahmawati menyampaikan bahwa rebranding rumah sakit menjadi momentum pembaruan budaya kerja. Transformasi tersebut juga mencakup penguatan sistem pelayanan kesehatan yang lebih modern.
Ia menjelaskan bahwa rumah sakit akan terus meningkatkan digitalisasi layanan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kesehatan secara lebih cepat dan praktis.
Selain digitalisasi, manajemen rumah sakit juga menekankan pentingnya budaya pelayanan yang ramah. Oleh karena itu, setiap petugas diwajibkan menerapkan prinsip pelayanan 5S.
Budaya kerja tersebut mencakup Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. Melalui pendekatan itu, rumah sakit berharap masyarakat merasa lebih nyaman ketika mendapatkan pelayanan kesehatan.
Menurut Ita, nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat pengabdian yang diteladankan oleh dr Soebarkat Tjitrodarmodjo. Sosok dokter tersebut dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
“Kami ingin pelayanan kesehatan semakin cepat, nyaman, dan manusiawi. Budaya 5S harus tercermin dalam setiap interaksi dengan pasien,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa transformasi ini tidak hanya berkaitan dengan fasilitas. Namun, perubahan juga menyentuh pola kerja dan mentalitas pelayanan seluruh tenaga medis.
Dengan langkah tersebut, RSUD dr Soebarkat Salatiga diharapkan mampu menjadi rumah sakit rujukan yang semakin dipercaya masyarakat.
Peresmian RSUD dr Soebarkat Salatiga Disertai Agenda Fun Run 2026
Selain peresmian nama dan logo baru, acara tersebut juga menandai dimulainya rangkaian kegiatan olahraga bertajuk RSUD dr Soebarkat Fun Run 2026.
Kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda olahraga masyarakat sekaligus kampanye hidup sehat. Pemerintah Kota Salatiga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Forkopimda turut menandatangani official jersey sebagai simbol dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Puncak kegiatan RSUD dr Soebarkat Fun Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026. Kegiatan ini diperkirakan akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan hingga komunitas olahraga.
Melalui berbagai program tersebut, rumah sakit ingin memperkuat perannya tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, rumah sakit juga diharapkan menjadi pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Dengan mengusung slogan “Tripel S: Salatiga, Sehat, dan Sembuh”, RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo menegaskan komitmennya menjadi rumah harapan bagi warga.
Transformasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Salatiga. Sekaligus menjadikan RSUD dr Soebarkat sebagai kebanggaan masyarakat Jawa Tengah.













