Penyerahan Rumah Warga Tanah Gerak Banjarnegara oleh Ahmad Luthfi

Ahmad Luthfi menyerahkan rumah relokasi untuk warga terdampak tanah gerak Banjarnegara
Gubernur Jawa Tengah menyerahkan hunian tetap bagi warga terdampak tanah bergerak di Banjarnegara

BANJARNEGARA, jatengupdate.web.id — penyerahan rumah warga tanah gerak Banjarnegara dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada masyarakat terdampak bencana di Dusun Bawang, Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Senin (23/2/2026).

Sebanyak 36 unit rumah hunian tetap resmi diserahterimakan kepada warga. Selain rumah, penerima manfaat juga memperoleh sertifikat tanah sehingga dapat langsung menempati tempat tinggal baru dengan status kepemilikan yang jelas.

Penyerahan Rumah Warga Tanah Gerak Banjarnegara Jamin Keselamatan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perlindungan warga dari ancaman bencana. Relokasi dilakukan karena permukiman lama dinilai sudah tidak aman untuk dihuni.

Ahmad Luthfi mengingatkan warga agar tidak lagi kembali ke rumah lama yang berada di zona rawan. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan masyarakat dapat tinggal dengan aman menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Senang atau tidak? Tidak usah ingat rumah yang dulu karena sudah berbahaya. Yang penting saat puasa dan Lebaran ini bisa tinggal di rumah baru, gratis dan tidak bayar,” ujar Luthfi saat penyerahan.

Menurut dia, Jawa Tengah merupakan wilayah yang rawan berbagai bencana alam. Oleh karena itu, penanganan tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar masyarakat terdampak bencana tidak merasa ditinggalkan. Pemerintah daerah diminta aktif mendampingi proses pemulihan warga.

Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak Banjarnegara Hasil Kolaborasi

Program penyerahan rumah warga tanah gerak Banjarnegara merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Kolaborasi juga melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pemkab Banjarnegara berperan menyiapkan lahan relokasi. Sementara itu, Pemprov Jateng memberikan dukungan pembangunan rumah, dan BPN menerbitkan sertifikat tanah bagi para penerima.

Luthfi meminta warga memanfaatkan hunian tetap tersebut untuk masa depan keluarga. Pemerintah berharap relokasi ini menjadi titik awal kehidupan yang lebih aman dan layak.

Penyerahan rumah turut dihadiri Bupati Banjarnegara Amalia Desiana serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah Boedyo Dharmawan.

Rumah Relokasi Bencana Jateng Gunakan Teknologi Ruspin

Pembangunan rumah menggunakan teknologi Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin). Teknologi ini dipilih karena dinilai lebih tahan gempa serta memiliki waktu pembangunan yang relatif cepat.

Selain itu, metode Ruspin juga dikenal lebih ekonomis dan efisien. Struktur bangunan dirancang fleksibel namun tetap kuat untuk menghadapi potensi bencana.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas percepatan program tersebut. Ia menyebut proses relokasi sebenarnya telah berjalan sejak 2022.

“Kami mewakili masyarakat berterima kasih kepada Gubernur dan jajaran Pemprov Jateng. Di masa Gubernur Ahmad Luthfi prosesnya bisa dipercepat dan kunci sudah diserahkan,” kata Amalia.

Pemerintah kabupaten, lanjutnya, masih akan melengkapi sejumlah fasilitas umum di kawasan relokasi. Fasilitas yang disiapkan antara lain akses jalan, musala, jaringan listrik, dan air bersih.

Dalam waktu dekat, pembangunan musala direncanakan mendapat dukungan dari Baznas setempat. Pemerintah berharap kawasan hunian baru dapat segera berfungsi optimal.

Warga Sambut Positif Hunian Tetap

Salah satu penerima bantuan, Yanto, mengaku bersyukur atas hunian baru yang diterimanya. Ia sebelumnya tinggal di rumah lama yang kondisinya sudah hampir roboh.

Menurut dia, relokasi ini memberikan rasa aman bagi keluarganya. Selain bangunan lebih baik, kepastian sertifikat tanah juga menjadi nilai penting bagi warga.

“Terima kasih atas bantuannya. Dulu rumah sudah tidak bisa ditempati. Sekarang lebih bagus dan langsung dapat sertifikat. Senang sekali,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan program relokasi akan terus dipantau. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen meningkatkan keselamatan masyarakat di daerah rawan bencana.

Penutup

Penyerahan rumah warga tanah gerak Banjarnegara menandai langkah konkret pemerintah dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana. Melalui kolaborasi lintas instansi, hunian tetap yang aman dan legal kini dapat segera ditempati warga terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *