Selain itu, pemudik dapat mengakses WiFi gratis dan memanfaatkan tempat salat yang nyaman. Bahkan, Polres juga menyediakan layanan cuci kendaraan gratis di area tersebut. Dengan begitu, pemudik dapat melanjutkan perjalanan dalam kondisi segar dan kendaraan bersih.
“Patroli juga kami tingkatkan untuk mengantisipasi gangguan keamanan lainnya,” imbuh Dikri. Kegiatan patroli menyasar seluruh sudut kota selama 24 jam penuh. Oleh karena itu, keamanan Kota Magelang tetap terkendali sepanjang periode mudik.
Kesiapan Arus Mudik Kota Magelang Ditandai Pemusnahan 731 Botol Miras
Usai apel siaga, Polres melanjutkan kegiatan dengan memusnahkan barang bukti miras. Kesiapan arus mudik Kota Magelang ini juga mencakup penegakan hukum terhadap peredaran minuman keras. Polres memusnahkan 731 botol miras berbagai merek hasil Operasi Pekat Candi 2026.
Seluruh perkara terkait barang bukti tersebut sudah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan miras menjadi pesan tegas bagi masyarakat agar menjauhi minuman keras. Terutama, aparat harus menekan peredaran miras secara maksimal selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Berbagai pihak menyaksikan proses pemusnahan secara terbuka di lokasi. Langkah ini menunjukkan transparansi Polres dalam menangani perkara miras. Selain itu, tindakan tegas ini memberikan efek jera bagi pelaku peredaran minuman keras.
Dengan dimulainya Operasi Pekat 2026 Kota Magelang, seluruh elemen keamanan dan pemerintah siap mengamankan arus mudik Lebaran. Lima pos pengamanan, 300 personel, rest area gratis, dan pemusnahan 731 botol miras menjadi bukti keseriusan menjaga keamanan. Seluruh pihak berharap masyarakat Kota Magelang menyambut Idulfitri 1447 H dengan aman, tertib, dan penuh kegembiraan.













