Penerapan Mitigasi Bencana Kota Magelang dari Lingkungan Keluarga
Untuk menekan angka risiko, program mitigasi bencana Kota Magelang harus diimplementasikan mulai dari unit terkecil di masyarakat, yakni keluarga. Damar, yang saat itu didampingi oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Candra Adi Wijatmiko, memaparkan konsep dasar yang harus dipahami warga. “Kita harus terus mengenalkan konsep mitigasi bencana, yakni berbagai upaya preventif untuk mengurangi risiko sebelum sebuah bencana benar-benar terjadi,” paparnya.
Pemerintah daerah menginstruksikan seluruh warga untuk mulai mengenali potensi bahaya di dalam rumah mereka sendiri. Sebagai contoh, pengecekan instalasi kabel listrik secara berkala sangat krusial untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran di permukiman padat penduduk. Selain itu, pengelolaan drainase rumah tangga yang baik akan mencegah tersumbatnya saluran air oleh tumpukan sampah rumah tangga.
Bahkan, pemahaman terkait perilaku saat menghadapi cuaca buruk juga menjadi fokus utama dalam edukasi keluarga ini. “Masyarakat harus tahu persis kapan waktu yang tepat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir melanda,” jelas Damar. Pendekatan mikro semacam ini dinilai jauh lebih efektif untuk membentuk karakter masyarakat yang tangguh dan tidak mudah panik.
Dukungan DPR RI Terhadap Edukasi Kesiapsiagaan Warga Jateng
Langkah progresif pemerintah daerah ini mendapat sorotan positif terkait edukasi kesiapsiagaan warga Jateng dari perwakilan pemerintah pusat. Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan dokumen kajian risiko yang telah disusun oleh Kota Magelang. Menurutnya, kesiapan pemerintah daerah pada level kabupaten/kota merupakan kunci utama dalam sistem penanggulangan bencana nasional.
Wibowo menilai bahwa situasi saat ini sangat kontekstual dengan kondisi cuaca global yang semakin tidak menentu. “Anomali cuaca ekstrem kini terjadi di berbagai daerah secara sporadis, hujan lebat bisa turun kapan saja dengan intensitas yang sangat sulit diprediksi oleh instrumen,” ujarnya saat memberikan pandangan. Oleh karena itu, ia sepakat bahwa mitigasi yang baik mutlak diperlukan untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
Menanggapi apresiasi tersebut, Damar menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh parlemen pusat. “Kami merasa sangat terhormat karena Kota Magelang mendapat atensi khusus dari anggota DPR RI Komisi VIII yang telah menyempatkan diri untuk berkunjung langsung,” kata Damar. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan regulasi kebencanaan di tingkat nasional.













