Hoaks BBM Naik Serentak 9 Maret, Kementeri ESDM Beri Klarifikasi
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia turut merespons hoaks BBM naik serentak 9 Maret ini. Ia menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik menjelang Idulfitri 1446 H. Pernyataan resmi ini seharusnya menjadi pegangan bagi masyarakat.
Dwi Anggia menjelaskan bahwa pemerintah menyadari fluktuasi harga minyak dunia masih terjadi. Konflik geopolitik di Timur Tengah memang memengaruhi harga minyak secara global. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat harga BBM subsidi ikut naik.
Pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM subsidi untuk masyarakat. Kebijakan ini bertujuan melindungi daya beli rakyat terutama menjelang hari raya. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kabar kenaikan BBM yang tidak berdasar.
Klarifikasi dari Kementerian ESDM ini menjadi penegasan resmi dari pemerintah pusat. Dua lembaga sekaligus membantah klaim dalam unggahan hoaks tersebut. Dengan demikian, tidak ada keraguan bahwa informasi kenaikan BBM tersebut palsu.
Kabar tidak benar harga BBM naik seperti ini bukan kali pertama beredar. Setiap menjelang hari besar keagamaan, isu serupa kerap muncul di media sosial. Pelaku memanfaatkan momen tersebut untuk mendapat perhatian atau menyebarkan kepanikan.
Kabar Tidak Benar Harga BBM Naik, Kenali Ciri Hoaks Kenaikan BBM
Agar tidak terjebak kabar tidak benar harga BBM naik, masyarakat perlu mengenali ciri hoaks. Pertama, informasi resmi kenaikan BBM selalu diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan perusahaan. Kedua, kenaikan harga BBM biasanya diumumkan beberapa hari sebelum berlaku.
Ketiga, hoaks BBM biasanya tidak mencantumkan sumber berita resmi yang dapat diverifikasi. Keempat, unggahan sering menggunakan judul sensasional untuk memancing emosi. Kelima, informasi disebarkan melalui akun media sosial yang tidak terverifikasi.











