Semarang, jatengupdate.web.id — siswa difabel fashion show Semarang mencuri perhatian publik saat tampil percaya diri dalam ajang Dekranasda Modest Fashion & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat (27/2/2026).
Peragaan busana tersebut menghadirkan siswa dari SLB Kota Semarang yang berjalan mantap di atas panggung. Penampilan mereka mendapat sambutan meriah dari pengunjung yang memenuhi area acara.
Sejak awal acara, atmosfer venue sudah terasa semarak. Tepuk tangan penonton bergemuruh ketika para siswa mulai memasuki panggung dengan langkah percaya diri.
Siswa Difabel Fashion Show Semarang Tampil Bak Model Profesional
Dalam siswa difabel fashion show Semarang tersebut, enam anak berkebutuhan khusus tampil tanpa ragu. Mereka memperagakan beragam busana, mulai dari batik klasik hingga busana muslim modern.
Sorot lampu panggung memantulkan ekspresi penuh semangat dari para peserta. Mereka berjalan dari sisi kiri ke kanan panggung, kemudian berhenti sejenak untuk berpose sebelum melangkah ke depan menyapa penonton.
Penampilan itu disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin. Keduanya tampak memberikan apresiasi atas keberanian para siswa.
Selain itu, pengunjung mall juga terlihat antusias. Banyak di antara mereka berdiri dan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam.
Fashion Show SLB Semarang Bukti Inklusivitas Industri Fesyen
Momentum fashion show SLB Semarang ini menjadi bukti bahwa dunia fesyen semakin inklusif. Para siswa disabilitas peragaan busana Semarang mampu menunjukkan potensi yang tidak kalah dengan model profesional.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Andika Julio, siswa kelas 9 SLB Semarang. Ia tampil nyentrik dengan balutan tenun ungu-kuning, topi, dan sepatu yang menambah kesan percaya diri.
Langkah Andika terlihat santai namun penuh gaya. Saat tiba di depan panggung tepat di hadapan Wakil Gubernur, ia berhenti dan mengacungkan jempol.
Aksi spontan tersebut langsung disambut senyum lebar dari Taj Yasin. Sementara itu, Nawal Arafah Yasin turut memberikan tepuk tangan meriah.
Penampilan para siswa semakin menegaskan bahwa siswa difabel fashion show Semarang bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi dan pemberdayaan.
Dukungan Pemprov Jateng dan Dekranasda
Tidak hanya siswa SLB, sebanyak 17 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga ikut ambil bagian dalam fashion show D’Modifest 2026.
Mereka berjalan kompak di atas panggung sambil menampilkan busana khas daerah. Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap industri kriya dan fesyen lokal.
Usai peragaan busana, Taj Yasin bersama Nawal Arafah menghampiri para siswa. Keduanya menyerahkan bunga sebagai bentuk apresiasi atas keberanian tampil di panggung.
“Bagus tadi penampilannya, semangat terus ya,” ujar Nawal kepada salah satu siswa.
Sementara itu, Taj Yasin juga memberikan motivasi. Ia mengajak para siswa untuk terus percaya diri dan mengembangkan potensi.
D’Modifest 2026 Promosikan Karya Desainer Lokal
Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menjelaskan, busana yang tampil dalam siswa difabel fashion show Semarang merupakan karya desainer lokal.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperkuat promosi produk unggulan Jawa Tengah sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.
Event D’Modifest 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 1 Maret 2026. Selain fashion show, panitia juga menghadirkan 50 stan fesyen dan kuliner dari 35 kabupaten/kota.
Berbagai perlombaan turut memeriahkan acara. Di antaranya lomba hadroh antar-OPD dan BUMD, lomba tung-tung sahur pondok pesantren, serta lomba band pelajar SMA/SMK.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara berharap siswa difabel fashion show Semarang dapat menjadi simbol penguatan identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
Penutup
Penampilan para siswa SLB dalam ajang D’Modifest 2026 menunjukkan bahwa panggung fesyen terbuka bagi semua kalangan. Kepercayaan diri yang mereka tampilkan menjadi pesan kuat tentang pentingnya inklusivitas.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Dekranasda berharap kegiatan serupa terus digelar. Dengan demikian, potensi fesyen daerah dan pemberdayaan UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.













