Istighosah Kabupaten Tegal Refleksi Setahun Kepemimpinan Bupati

Istighosah dan doa bersama Pemkab Tegal 2026
Suasana istighosah dan doa bersama refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Tegal di Pendopo Amangkurat.

SLAWI, jatengupdate.web.id — Istighosah Kabupaten Tegal digelar Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tegal. Kegiatan religius tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Amangkurat, Jumat (20/2/2026).

Agenda ini dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Tegal, tokoh agama, kepala OPD, pimpinan BUMD, pimpinan partai politik, organisasi keagamaan, serta unsur masyarakat. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap agenda spiritual pemerintah daerah.

Istighosah Kabupaten Tegal Jadi Ikhtiar Spiritual Daerah

Kegiatan diawali dengan salat tarawih berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan istighosah dan doa bersama. Rangkaian ini menjadi bentuk ikhtiar batin pemerintah daerah dalam memohon perlindungan dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Tegal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar di tengah berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, doa bersama Kabupaten Tegal ini menjadi sarana memperkuat ketahanan spiritual masyarakat sekaligus memohon keselamatan bagi daerah. Pemerintah berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan optimisme kolektif.

“Melalui kegiatan ini, kita memohon kepada Allah SWT agar Kabupaten Tegal senantiasa diberikan perlindungan serta para korban bencana diberi kekuatan dan kesabaran,” ujarnya.

Refleksi Kepemimpinan Tegal Selama Satu Tahun

Selain sebagai agenda keagamaan, istighosah Pemkab Tegal juga menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati H. Ischak Maulana Rohman bersama Wakil Bupati Akhmad Kholid.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah menayangkan video capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Tayangan itu memuat berbagai program prioritas yang telah direalisasikan.

Dalam sambutannya, Bupati Ischak menegaskan bahwa video tersebut bukan sekadar dokumentasi, melainkan refleksi perjalanan kepemimpinan yang harus terus dievaluasi.

Ia menyebut sejumlah capaian, antara lain perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, renovasi rumah tidak layak huni, peningkatan kualitas sekolah, hingga program Sadesa (Satu Desa Satu Sarjana).

Program tersebut, kata dia, merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tegal.

Fokus Pembangunan dan Respons Cepat OPD

Bupati Ischak mengaku tidak terasa satu tahun masa kepemimpinan telah dilalui. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kecepatan dan responsivitas seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, masyarakat saat ini menuntut pelayanan publik yang cepat dan adaptif. Karena itu, kepala OPD diminta tidak bekerja secara lambat maupun menunggu instruksi terlalu lama.

“Saya selalu berpesan kepada para kepala OPD untuk bekerja cepat dan responsif. Jika tidak cepat, akan banyak keluhan dari masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa waktu akan terbuang sia-sia apabila aparatur tidak memiliki kreativitas dalam bekerja.

Agenda Infrastruktur dan Layanan Publik

Dalam forum tersebut, Bupati turut memaparkan sejumlah agenda pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan pemerintah daerah.

Beberapa proyek prioritas di antaranya percepatan perbaikan Jalan Raya Margasari serta rencana peningkatan Jalan Yamansari–Bojong yang telah dialokasikan dalam anggaran tahun berjalan.

Selain itu, Pemkab Tegal kini telah memiliki Kantor Imigrasi yang sementara menempati Gedung Gerakan Organisasi Wanita (GOW) di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan keimigrasian tanpa harus ke daerah lain.

Komitmen Kolaborasi dan Pelayanan Masyarakat

Bupati Ischak juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Tegal atas dukungan selama satu tahun masa kepemimpinan. Ia menilai partisipasi publik menjadi energi penting bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, kepemimpinan daerah menuntut pengorbanan besar, termasuk berkurangnya waktu bersama keluarga. Namun hal itu merupakan konsekuensi yang harus diterima demi pelayanan kepada masyarakat.

Terkait kondisi bencana, ia menegaskan bahwa ujian yang terjadi tidak hanya dialami Kabupaten Tegal, tetapi juga wilayah lain di lereng Gunung Slamet.

Pemerintah daerah optimistis berbagai tantangan dapat dihadapi melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat.

“Dengan berbagai kolaborasi dan jejaring bersama Pemerintah Pusat, insyaallah kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tegal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *