Semarang, Jatengupdate.web.id – Tarawih Keliling Jateng menjadi momentum bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk mengajak masyarakat memperkuat doa demi keselamatan daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Tarawih keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah putaran pertama di Masjid At-Taqwa, Kompleks Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kamis (19/2/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menekankan pentingnya doa bersama agar Provinsi Jawa Tengah dan Indonesia terhindar dari berbagai potensi bencana. Ia juga berharap masyarakat semakin memperkuat ketakwaan selama bulan suci Ramadan.
Tarawih Keliling Jateng Awali Putaran Ramadan
Kegiatan Tarawih Keliling Jateng tersebut merupakan putaran pertama dari rangkaian Tarling Ramadan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini dijadwalkan berlangsung sebanyak 13 putaran selama bulan Ramadan tahun ini.
Luthfi menyampaikan bahwa kegiatan tarling bukan sekadar agenda seremonial. Namun, melalui Tarawih Keliling Ramadan Jateng, pemerintah ingin mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat spiritualitas masyarakat.
“Kita semua berdoa agar Provinsi Jateng dan Indonesia dijauhkan dari bala bencana, dimakmurkan negerinya, provinsinya, kabupaten/kotanya sampai desa dan masyarakatnya,” ujar Luthfi di hadapan jemaah.
Selain itu, ia menilai kegiatan Tarling Jawa Tengah menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi langsung dapat terjalin lebih baik selama momentum Ramadan.
Gubernur Tekankan Peningkatan Ketakwaan
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi juga mengingatkan agar bulan Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan kualitas diri. Menurut dia, ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam sikap sehari-hari.
Ia mengajak masyarakat menjaga tutur kata, perilaku, serta hubungan sosial selama bulan suci. Dengan begitu, nilai-nilai Ramadan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan Tarawih Keliling Jateng ini, pemerintah berharap pesan moral dan spiritual dapat tersampaikan secara luas. Terlebih, Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat persatuan.
Diikuti Pejabat dan Tokoh Daerah
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Amalan Islam (BAI) Provinsi Jawa Tengah tersebut dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah. Hadir dalam kesempatan itu Sekda Jateng Sumarno, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta Forkopimda Jawa Tengah.
Selain pejabat pemerintah, masyarakat sekitar Kantor Setda Jateng juga turut mengikuti Tarling Pemprov Jateng tersebut. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan dukungan luas terhadap kegiatan keagamaan selama Ramadan.
Pada pelaksanaan salat tarawih, Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Daroji bertindak sebagai imam. Sementara tausyiah setelah salat disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan tertib. Jemaah yang hadir mengikuti seluruh agenda mulai dari salat berjemaah hingga penyampaian tausyiah.
Tarling Jadi Sarana Silaturahmi Pemerintah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai Tarawih Keliling Jateng memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kunjungan ke berbagai daerah, pemerintah dapat menyerap aspirasi warga secara langsung.
Selain itu, kegiatan Tarling Jawa Tengah juga diharapkan mampu menjaga suasana kondusif selama Ramadan. Pemerintah daerah mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan ketertiban.
Program Tarawih Keliling Ramadan Jateng akan terus berlanjut hingga akhir bulan suci. Setiap putaran dijadwalkan menyasar lokasi berbeda di wilayah Jawa Tengah.
Penutup
Melalui Tarawih Keliling Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi mengajak masyarakat memperkuat doa dan ketakwaan selama Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu mempererat silaturahmi sekaligus mendorong masyarakat menjaga keselamatan dan persatuan daerah.













