Pemalang, Jawa Tengah, jatengupdate.web.id – Sensus Ekonomi 2026 Pemalang memasuki tahap sosialisasi intensif setelah BPS dan Pemkab Pemalang memperkuat kolaborasi. Kedua lembaga menggelar berbagai kegiatan sosialisasi agar pelaku usaha memahami pentingnya pendataan ekonomi. Salah satunya melalui talkshow radio bertajuk “Ngobrol Bareng BPS” di Studio LPPL Radio Swara Widuri FM pada Rabu (11/3/2026).
Talkshow tersebut mengusung tema “Kolaborasi BPS dan Pemerintah Daerah dalam Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026”. Secara khusus, acara ini menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, informasi mengenai sensus dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Pemalang.
Sinergi antara BPS dan Diskominfo Pemalang menjadi kunci keberhasilan sosialisasi. Kedua lembaga saling melengkapi dalam menyebarluaskan informasi. Dengan demikian, kesadaran pelaku usaha untuk berpartisipasi terus meningkat.
Sensus Ekonomi 2026 Pemalang Data Seluruh Usaha Konvensional hingga Digital
Kepala BPS Kabupaten Pemalang Teguh Iman Santoso menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program nasional. Pemerintah melaksanakan program ini setiap sepuluh tahun sekali secara serentak. Selain itu, pendataan mencakup seluruh aktivitas usaha baik konvensional maupun berbasis digital.
“Sensus Ekonomi ini bukan hanya program daerah, tetapi program nasional,” jelas Teguh. Ia berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi secara aktif. Terutama, data yang akurat sangat penting untuk menggambarkan kondisi ekonomi sebenarnya.
Sensus Ekonomi 2026 Pemalang mencakup berbagai jenis usaha tanpa terkecuali. Tim petugas mendata usaha kecil, menengah, hingga besar secara menyeluruh. Bahkan, pelaku usaha berbasis digital seperti toko online juga masuk dalam cakupan sensus.
Pendataan ekonomi Pemalang 2026 ini menghasilkan data yang sangat krusial. Pemerintah membutuhkan data tersebut sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah maupun nasional. Lebih lanjut, kebijakan ekonomi yang tepat sasaran memerlukan data yang akurat dan terpercaya.
Teguh menegaskan bahwa keberhasilan sensus bergantung pada partisipasi masyarakat. Semakin banyak pelaku usaha yang memberikan data, semakin akurat hasilnya. Oleh karena itu, sosialisasi menjadi langkah awal yang sangat penting.













