Try Sutrisno Meninggal Dunia, Ahmad Luthfi: Sosok Negarawan Teladan Bangsa

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno wafat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Try Sutrisno.

Semarang, jatengupdate.web.id — Kabar Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pagi mendapat perhatian berbagai kalangan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut.

Mantan purnawirawan TNI itu meninggal pada usia 90 tahun. Kepergian tokoh nasional tersebut dinilai meninggalkan duka sekaligus kehilangan bagi bangsa Indonesia.

Ahmad Luthfi menyampaikan rasa dukanya saat ditemui di kantornya. Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan figur penting yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara.

Ahmad Luthfi: Try Sutrisno Negarawan dan Prajurit Teladan

Menurut Luthfi, wafatnya Try Sutrisno menjadi kehilangan bagi bangsa. Ia menilai almarhum sebagai tokoh nasional yang memiliki keteladanan kuat baik sebagai negarawan maupun prajurit.

“Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah, mewakili masyarakat Jawa Tengah, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Try Sutrisno yang merupakan tokoh bangsa,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, sosok Try Sutrisno wafat dalam meninggalkan warisan nilai kepemimpinan yang patut dicontoh generasi penerus. Selama hidupnya, almarhum dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap negara.

Luthfi juga menilai karakter kepemimpinan Try Sutrisno mencerminkan perpaduan antara ketegasan militer dan sisi kemanusiaan yang kuat.

Wafatnya Try Sutrisno Jadi Kehilangan Bangsa

Gubernur Jawa Tengah itu mengaku meski tidak memiliki banyak kesempatan berinteraksi langsung, ia tetap menempatkan almarhum sebagai figur yang dikagumi.

Menurutnya, Wakil Presiden ke-6 RI meninggal dalam meninggalkan teladan penting tentang pengabdian tanpa pamrih kepada negara.

“Saya termasuk yang menokohkan beliau sebagai seorang negarawan, seorang prajurit angkatan bersenjata. Beliau bekerja dengan hati, perasaan, dan penuh kemanusiaan. Itu yang patut diteladani generasi muda,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pandangan pemerintah daerah terhadap peran strategis almarhum dalam perjalanan bangsa.

Perjalanan Karier Wakil Presiden ke-6 RI

Diketahui, Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin pagi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Semasa hidupnya, ia merupakan purnawirawan TNI yang memiliki rekam jejak panjang di dunia militer dan pemerintahan.

Almarhum menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993 hingga 1998.

Selama masa pengabdiannya, Try Sutrisno dikenal aktif dalam berbagai kebijakan strategis nasional. Perannya turut mewarnai dinamika pemerintahan pada masa tersebut.

Kepergian tokoh senior ini kembali mengingatkan publik pada kontribusi generasi terdahulu dalam membangun fondasi pemerintahan Indonesia.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Kabar Try Sutrisno meninggal dunia segera menyebar luas dan memicu gelombang ucapan duka dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah pejabat dan tokoh nasional turut menyampaikan penghormatan terakhir.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk terus meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan almarhum.

Selain itu, wafatnya Try Sutrisno juga menjadi momentum refleksi bagi generasi muda mengenai pentingnya pengabdian kepada bangsa dan negara.

Nilai kedisiplinan, loyalitas, serta kerja dengan hati yang melekat pada diri almarhum dinilai relevan untuk terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa.

Warisan Keteladanan untuk Generasi Muda

Figur Try Sutrisno wafat dalam meninggalkan jejak panjang pengabdian. Luthfi menekankan bahwa keteladanan tersebut perlu diteruskan oleh generasi penerus.

Menurutnya, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan rasa kemanusiaan seperti yang ditunjukkan almarhum.

Karena itu, pemerintah daerah berharap nilai-nilai kepemimpinan Try Sutrisno dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun Indonesia ke depan.

Try Sutrisno meninggal dunia bukan hanya menjadi kabar duka, tetapi juga pengingat akan pentingnya dedikasi dan pengabdian bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *