Brebes  

Pelatihan Eco Enzyme Cabawan Digelar Mahasiswa STIE Widya Manggalia untuk Atasi Sampah Organik

Pelatihan eco enzyme Cabawan di Aula Kelurahan Cabawan Kota Tegal
Mahasiswa STIE Widya Manggalia Brebes memberikan pelatihan eco enzyme kepada warga Kelurahan Cabawan, Kota Tegal.

Brebes, jatengupdate.web.id — pelatihan eco enzyme Cabawan digelar mahasiswa Semester VIII STIE Widya Manggalia Brebes sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Cabawan, Kota Tegal, Jumat (13/2/2026) siang.

Program bertajuk “Dari Sampah Jadi Manfaat: Mengenal dan Membuat Eco Enzyme” diikuti perangkat kelurahan, pengurus RT/RW, anggota PKK, serta warga setempat. Dengan demikian, mahasiswa memberikan solusi praktis terhadap persoalan sampah organik yang selama ini kerap dibuang atau dibakar.

Mahasiswa Dorong Kesadaran Lingkungan Warga

Ketua Pelaksana, Akhmad Athhar, menegaskan bahwa pelatihan eco enzyme Cabawan dilatarbelakangi meningkatnya persoalan lingkungan akibat pengelolaan sampah yang belum optimal. Oleh karena itu, sampah organik rumah tangga memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seminar, tetapi juga pelatihan praktis. Dengan demikian, peserta dapat langsung mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah. “Kami ingin meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik secara ramah lingkungan namun tetap bernilai guna,” ujar Akhmad.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Cabawan Agus Setiawan serta perwakilan Pusat Penelitian dan Pengabdian STIE Widya Manggalia Brebes yang diwakili Amsirun. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan dukungan terhadap program pengabdian ini.

Sosialisasi Eco Enzyme Cabawan: Metode Mudah dan Murah

Dalam sosialisasi eco enzyme Cabawan, narasumber Ulfatunlaeli Sa’adiyah menjelaskan bahwa eco enzyme merupakan cairan multifungsi hasil fermentasi limbah kulit buah dan sayuran. Selain itu, produk ini memiliki manfaat luas bagi rumah tangga.

Eco enzyme dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair tanaman, pengusir hama organik, hingga pengurai limbah. Karena itu, pelatihan pengolahan sampah organik Cabawan relevan untuk diterapkan masyarakat. Para peserta yang didominasi ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti pemaparan dan mempelajari rasio bahan serta teknik fermentasi agar menghasilkan cairan berkualitas.

Rumus Pembuatan Eco Enzyme 1:3:10

Ulfatunlaeli menjelaskan bahwa proses pembuatan eco enzyme cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Misalnya, dengan menggunakan rumus 1:3:10 yang menjadi standar fermentasi.

Rumus tersebut terdiri dari satu bagian gula merah atau molase, tiga bagian sampah organik berupa kulit buah dan sayur, serta sepuluh bagian air. Air yang digunakan disarankan sekitar 60 persen dari volume wadah.

“Gula merah dimasukkan ke dalam air terlebih dahulu, kemudian potongan sampah organik yang sudah dicuci dimasukkan ke larutan. Selanjutnya, wadah ditutup rapat dan didiamkan selama tiga bulan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa bahan organik yang digunakan minimal berasal dari lima jenis kulit buah atau sayur yang tidak keras, tidak berlemak, tidak bergetah, dan tidak busuk.

Dukungan Kelurahan untuk Program Berkelanjutan

Lurah Cabawan Agus Setiawan menyambut positif pelatihan eco enzyme Cabawan yang digagas mahasiswa. Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, sehingga praktik pengolahan sampah organik dapat diterapkan secara konsisten di rumah masing-masing.

Sementara itu, Amsirun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bijak. Dengan demikian, diharapkan peserta dapat mengikuti materi dengan baik dan menerapkannya di lingkungan masing-masing.

Potensi Produk Turunan Ramah Lingkungan

Selain digunakan langsung, eco enzyme juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan. Misalnya, hasil fermentasi dapat dimanfaatkan menjadi sabun mandi, sabun cuci piring, deterjen, hingga cairan pembersih lantai.

Dengan potensi tersebut, pelatihan eco enzyme Cabawan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi rumah tangga. Dengan mengolah sampah organik dari rumah, warga dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan membantu melindungi lingkungan.

Komitmen Mahasiswa Beri Dampak Nyata

Menutup kegiatan, Akhmad Athhar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya program ini. Ia mengakui masih terdapat ruang perbaikan, namun pihaknya berkomitmen menghadirkan program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan meningkatnya kesadaran warga, diharapkan lingkungan Kelurahan Cabawan menjadi lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *