KOTA MAGELANG, jatengupdate.web.id — Stok kebutuhan pokok Magelang dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah Kota Magelang bersama lintas sektor terus memperkuat pengawasan distribusi agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga.
Kepastian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Ketersediaan Kebutuhan Pokok dan Kerawanan Kamtibmas Ramadan yang digelar di Aula Adipura Kencana, Kota Magelang, Senin (23/2/2026). Forum ini menjadi langkah awal memastikan stabilitas pasokan menjelang meningkatnya permintaan masyarakat.
Pemkot Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Magelang Tetap Terkendali
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Magelang, Yonas Nusantrawan Bolla, menyampaikan bahwa ketersediaan sembako Magelang masih mencukupi berdasarkan pemantauan terbaru. Data per 20 Februari 2026 menunjukkan pasokan pangan strategis berada pada level aman.
Selain bahan pokok, pemerintah juga memantau ketersediaan energi rumah tangga. Menurut Yonas, stok bahan bakar minyak di lima SPBU serta pasokan LPG di wilayah Kota Magelang terpantau aman untuk kebutuhan Ramadan.
Pemantauan ini dilakukan secara berkala karena konsumsi masyarakat biasanya meningkat selama bulan puasa. Oleh sebab itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipatif sejak dini.
Beberapa komoditas strategis menjadi fokus pengawasan ketat, antara lain cabai, bawang merah, beras, dan minyak goreng. Langkah ini bertujuan mencegah potensi kelangkaan maupun gejolak harga di pasar.
Ketersediaan Sembako Magelang Didukung Cadangan Pangan Daerah
Untuk memperkuat stok pangan Kota Magelang, pemerintah daerah mengandalkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Saat ini, cadangan tersebut tercatat mencapai 18,92 ton.
Di sisi lain, bantuan pangan dari pemerintah pusat melalui skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk alokasi Februari–Maret 2026 masih dalam tahap persiapan penyaluran. Program ini diharapkan menambah bantalan pasokan jika terjadi lonjakan permintaan.
Pemerintah juga terus menjalankan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Melalui program ini, penyaluran beras dilakukan di 48 titik mitra Bulog yang tersebar di seluruh wilayah Kota Magelang.
Langkah tersebut dinilai efektif menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan harga. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau selama Ramadan.
Pemantauan Harga dan Distribusi Pasokan Bahan Pokok Magelang
Proyeksi neraca pangan komoditas strategis pada triwulan I Tahun 2026 menunjukkan kondisi relatif terkendali. Pemerintah daerah secara rutin memantau perkembangan harga di pasar sepanjang Februari.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan dua aspek utama. Pertama, kebutuhan pokok harus tersedia dengan harga terjangkau. Kedua, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap kondusif selama Ramadan.
Ia menjelaskan, Kota Magelang bukan daerah penghasil utama komoditas pangan strategis. Oleh karena itu, daerah ini memiliki ketergantungan pada pasokan dari wilayah sekitar.
Atas kondisi tersebut, pengendalian tidak hanya difokuskan pada harga, tetapi juga menjamin kelancaran distribusi hingga Idulfitri. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan bahan pokok Magelang.
Pemkot Tegaskan Larangan Penimbunan dan Spekulasi
Pemerintah Kota Magelang menegaskan tidak akan mentoleransi praktik penimbunan, spekulasi, maupun permainan harga. Jika ditemukan pelanggaran, aparat akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain pengawasan pangan, pemerintah juga memperkuat sinergi dengan Polri, TNI, Satpol PP, dan seluruh unsur terkait. Pendekatan yang digunakan meliputi langkah preventif, persuasif, dan humanis.
Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus keamanan wilayah. Dengan situasi yang kondusif, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang.
Penutup
Pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok Magelang dan LPG berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026. Melalui pengawasan ketat, cadangan pangan, dan sinergi lintas sektor, stabilitas pasokan dan harga diharapkan tetap terjaga hingga Idulfitri.













