Brebes, jatengupdate.web.id — Sinergi kamtibmas Brebes diperkuat menjelang bulan suci Ramadhan. Pemerintah Kabupaten Brebes bersama TNI-Polri dan lintas sektoral menyatukan langkah guna memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman dan tertib.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang digelar di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Jumat (20/2/2026). Forum ini menjadi langkah awal penguatan pengamanan terpadu selama Ramadhan.
Selain itu, rakor juga bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
Sinergi Kamtibmas Brebes Jadi Fondasi Keamanan Ramadhan
Wakil Bupati Brebes Wurja menegaskan bahwa sinergi antar lembaga merupakan kunci utama menjaga kondusifitas wilayah. Oleh karena itu, seluruh elemen diminta meningkatkan koordinasi selama bulan puasa.
Ia menyatakan pemerintah ingin memastikan warga dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Namun demikian, peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadhan harus diantisipasi secara serius.
Menurutnya, mobilitas warga, kegiatan ekonomi, dan aktivitas keagamaan biasanya meningkat pada malam hari. Karena itu, kehadiran aparat keamanan menjadi sangat penting.
“Sinergitas seluruh elemen sangat krusial dalam menjaga kondusifitas wilayah serta mencegah potensi penyakit masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah menyiapkan langkah preventif terukur. Langkah ini diharapkan mampu menjaga suasana Ramadhan tetap aman dan harmonis.
Pengamanan Ramadhan Brebes dan Kondusifitas Wilayah Diperketat
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah menginstruksikan seluruh jajaran meningkatkan kehadiran di lapangan. Fokus utama adalah mengantisipasi penyakit masyarakat yang berpotensi meningkat selama Ramadhan.
Ia menegaskan aparat tidak boleh hanya memberikan arahan. Sebaliknya, petugas harus aktif turun langsung ke tengah masyarakat.
“Kita harus hadir di lapangan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Polres Brebes telah memetakan sejumlah potensi kerawanan. Di antaranya peredaran minuman keras, perjudian, balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, serta petasan berbahaya.
Selain itu, aparat juga mewaspadai kejahatan konvensional seperti pencopetan, hipnotis, premanisme, curat, curas, dan curanmor. Pengawasan ini menjadi bagian penting dari strategi keamanan wilayah Brebes.
Tidak hanya itu, potensi konflik sosial seperti tawuran remaja dan perang sarung juga diantisipasi. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap merasa nyaman selama Ramadhan.
Aktivasi Siskamling dan Pengawasan Titik Keramaian
Dalam upaya memperkuat keamanan, kepolisian mendorong masyarakat mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Ronda malam dinilai efektif sebagai deteksi dini gangguan kamtibmas.
Selain pendekatan preventif, pengawasan juga difokuskan pada pusat perbelanjaan, pasar tumpah, dan terminal. Area tersebut diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas selama bulan puasa.
Pemerintah daerah bersama aparat juga menyiapkan pengamanan jalur mudik. Hal ini penting karena wilayah Brebes menjadi salah satu pintu masuk utama Jawa Tengah.
Dengan pengamanan berlapis, diharapkan potensi gangguan dapat ditekan. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Stabilitas Brebes
Kapolres menekankan bahwa stabilitas kamtibmas merupakan prasyarat utama aktivitas sosial dan ekonomi. Oleh sebab itu, pendekatan kolaboratif harus terus dijaga.
Ia juga mengingatkan pentingnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, kesamaan persepsi menjadi kunci menjaga Brebes tetap kondusif.
Rakor ini dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan FKUB, kepala OPD, Satpol PP, Dishub, camat, hingga kepala desa se-Kabupaten Brebes. Kehadiran lintas sektor menunjukkan komitmen bersama menjaga keamanan wilayah.
Dengan penguatan sinergi kamtibmas Brebes, pemerintah optimistis masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan aman. Upaya preventif dan patroli terpadu akan terus dilakukan hingga momentum mudik mendatang.
Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan koordinasi akan berlanjut secara berkala. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat sepanjang bulan suci.













